Kategory
Info Daerah,
17-09-2026 19:08:07
Petugas BPBD Kukar membagikan masker kepada masyarakat di Jalan K.H. Ahmad Mukhsin, Tenggarong, Kamis (17/9/2026), saat asap pekat menyelimuti kawasan tersebut. BPBD Kukar bersama PMI menyiapkan sekitar 5.000 masker. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kualitas udara Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masuk kategori sangat tidak sehat setelah angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai sekitar 210,5, Kamis (17/9/2026). BPBD Kukar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan sekitar 5.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat.
Sebagian masker mulai dibagikan di Jalan K.H. Ahmad Mukhsin. Penyaluran juga direncanakan menyasar SMA 1, SMA 2, Simpang Tiga, kawasan Kumala, serta Simpang Empat Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar, Sigit Imam Prasetyo, menyampaikan angka ISPU tersebut berdasarkan pemantauan pada hari yang sama.
“ISPU hari ini sekitar 210,5. Itu sudah masuk kategori tidak sehat, artinya kondisi udara sudah tidak sehat,” kata Sigit saat ditemui di sela pembagian masker.
Meski Sigit menyebut kategori tidak sehat, Permen LHK Nomor 14 Tahun 2020 menetapkan ISPU pada rentang 201–300 sebagai kategori sangat tidak sehat. Rentang 101–200 masuk kategori tidak sehat, sedangkan angka 301 atau lebih dikategorikan berbahaya.
Dalam kategori sangat tidak sehat, kelompok sensitif dianjurkan menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan. Masyarakat umum juga dianjurkan menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar dan mempertimbangkan beraktivitas di dalam ruangan.
Sigit mengatakan sekitar 5.000 masker disiapkan dalam kegiatan yang melibatkan BPBD Kukar dan PMI.
“Masker yang dibagikan sekitar 5.000. Kegiatan ini dilakukan BPBD bersama PMI,” ujarnya.
Tim selanjutnya dibagi untuk menjangkau sejumlah titik dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Pembagian masker kemungkinan dilakukan di beberapa titik, yakni SMA 1, SMA 2, Simpang 3, kawasan Kumala dan Simpang 4 Universitas Kutai Kartanegara. Setelah ini kami akan berbagi lokasi untuk pembagian masker, termasuk di SMA 1, SMA 2, dan Unikarta,” jelasnya.
Menurut Sigit, asap pekat mulai dirasakan sejak sehari sebelumnya. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Kondisi ini mulai terjadi sejak kemarin hingga hari ini. Ini dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Kemarin sempat turun hujan, kemudian menimbulkan asap yang cukup pekat,” ungkapnya.
Sigit memperkirakan kondisi udara dapat bertahan selama dua hingga tiga hari. Perkiraan tersebut merupakan keterangan BPBD dan belum disertai prakiraan dari BMKG dalam materi ini.
“Diperkirakan kondisi ini masih berlangsung sekitar dua atau tiga hari. Kalau hujan kembali turun, kemungkinan kondisi udara bisa lebih cepat berkurang. Namun, saat ini belum ada hujan yang turun,” katanya.
Ia juga menyebut titik karhutla masih bertambah, tetapi tidak merinci jumlah maupun lokasinya. Masyarakat diingatkan tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan selama kondisi kering masih berlangsung.
“Kalau melihat kondisi saat ini, titik karhutla masih bertambah. Saya hanya mengimbau masyarakat untuk mengurangi dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan,” ujar Sigit. (rry/bby/adv)
Tags:
bpbd kukar
kabut asap tenggarong
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu