Kategory
Info Daerah,
15-08-2026 17:52:06
Kondisi ruas jalan nasional poros Tenggarong–Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan, Sabtu (15/8/2026). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Ruas jalan nasional poros Tenggarong–Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas hingga memutus akses kendaraan, Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Berdasarkan keterangan warga dan laporan awal di lapangan, kerusakan diperkirakan membentang sekitar 100 meter dengan penurunan badan jalan mencapai sekitar tiga meter. Seluruh kendaraan, termasuk kendaraan berat, tidak dapat melintasi ruas tersebut.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menyiapkan jembatan Bailey sepanjang sekitar 120 meter sebagai akses darurat. Sementara untuk penanganan permanen, opsi mempertahankan jalan di lokasi sekarang maupun memindahkannya ke jalur baru masih dikaji.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau langsung lokasi pada Sabtu. Ia menyebut kejadian tersebut merupakan peristiwa ketiga yang terjadi di kawasan itu.
“Hari ini kita meninjau lokasi tanah longsor di daerah Jembayan, tepatnya di Dusun Margasari, Kecamatan Loa Kulu. Ini merupakan kejadian yang ketiga. Dua kejadian sebelumnya sudah ditangani oleh Balai karena ini memang poros nasional,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, petugas BBPJN telah berada di lokasi untuk memeriksa kondisi jalan dan menentukan langkah penanganan. Pemkab Kukar juga telah berkoordinasi dengan pihak Balai untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah pemasangan jembatan Bailey agar akses dapat kembali digunakan selama penanganan permanen berlangsung.
“Mungkin ada beberapa langkah yang akan ditempuh, termasuk salah satunya mempersiapkan jembatan Bailey sehingga aktivitas warga masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Yudha Sandy Utama dari BBPJN Kaltim, sebagaimana dikutip kaltimkece.id, menjelaskan penanganan darurat akan dilakukan dengan memasang sekitar 3.000 batang cerucuk kayu sepanjang empat hingga enam meter untuk meminimalkan pergerakan tanah.
Setelah itu, jembatan Bailey sepanjang sekitar 120 meter akan dipasang sebagai akses sementara. Jembatan tersebut diperkirakan dapat digunakan dalam waktu sekitar dua bulan.
Waktu tersebut dibutuhkan karena sebagian material Bailey masih berada di lokasi lain dan harus dibongkar sebelum dipindahkan ke Jembayan.
Sementara itu, BBPJN Kaltim menargetkan mobilisasi awal material dan tim penanganan dimulai dalam waktu dekat. Penyiapan akses darurat dilakukan karena badan jalan tidak lagi dapat dilalui kendaraan.
Selama akses utama terputus, kendaraan roda empat dan kendaraan berat dari arah Tenggarong maupun Loa Janan dialihkan melalui Kota Samarinda. Jalur lokal di belakang lokasi longsor hanya dapat digunakan secara terbatas karena kondisi badan jalannya relatif sempit.
Aulia mengatakan pemerintah desa telah menyiapkan jalur alternatif. Namun, rekayasa lalu lintas dan jenis kendaraan yang dapat melewatinya masih akan dibahas bersama Polres Kukar.
“Kondisi jalan akan kita alihkan ke belakang. Tadi Pak Kades sudah membuat alternatif, nanti akan dirapatkan bersama teman-teman dari Polres untuk rekayasa lalu lintasnya,” jelasnya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena pergerakan tanah masih berlangsung.
“Jalur alternatif di belakang ini kecil. Warga masyarakat yang ada di sekitar sini tadi kami imbau untuk berhati-hati karena tanah di sini terus bergerak,” ujar Aulia.
Menurut Yudha, hasil penyelidikan tanah menunjukkan lapisan tanah lunak di lokasi tersebut mencapai kedalaman sekitar 47 meter. Masuknya air Sungai Mahakam ke lapisan bawah tanah disebut membuat tanah semakin jenuh dan mengurangi daya dukungnya.
Kondisi tanah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bentuk penanganan permanen. BBPJN masih mengkaji apakah jalan akan tetap dipertahankan di lokasi sekarang menggunakan konstruksi berbeda atau dipindahkan ke jalur baru.
Pemkab Kukar telah menyatakan kesiapan membantu penyediaan lahan apabila relokasi jalan dipilih berdasarkan hasil kajian teknis.
Penanganan permanen, menurut Yudha, tidak harus menunggu tahun berikutnya. Waktu pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil kajian dan kebutuhan teknis di lapangan. Anggaran penanganan darurat maupun permanen akan bersumber dari pemerintah pusat dan masih dalam proses perhitungan.
Ruas tersebut sebelumnya ditangani dengan pemasangan turap baja sepanjang sekitar 100 meter. Berdasarkan keterangan BBPJN Kaltim yang diberitakan Media Kaltim, pekerjaan itu telah memasuki tahap serah terima akhir atau Final Hand Over pada 17 Januari 2026.
Sekitar tujuh bulan setelah serah terima akhir, badan jalan kembali amblas dan akses kendaraan terputus. Hasil kajian teknis selanjutnya akan menjadi dasar penentuan bentuk penanganan permanen terhadap ruas jalan nasional tersebut. (rry/bby)
Tags:
Loa Kulu
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu