Kategory
Info Daerah,
07-04-2026 17:23:19
Warga Desa Loa Kulu Kota bergotong royong menambal jalan berlubang di RT 12 menggunakan material dan dana swadaya, menyusul kondisi jalan yang kerap memicu kecelakaan. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Jalan berstatus nasional di Desa Loa Kulu Kota justru diperbaiki oleh warga setempat. Ruas yang berada di RT 12 itu diketahui kerap memicu kecelakaan akibat kondisi berlubang dan permukaan jalan yang rusak.
Alih-alih menunggu penanganan, warga bersama Ketua RT dan pemerintah desa sepakat melakukan perbaikan secara mandiri. Perbaikan dilakukan dengan sistem iuran dan tenaga swadaya, menggunakan alat serta material seadanya.
Namun, upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara maksimal. Warga hanya diperbolehkan menambal bagian permukaan tanpa mengubah struktur jalan, mengingat statusnya sebagai jalan nasional atau provinsi.
“Awalnya warga berencana mengupas aspal dan menggali agar lebih kuat, tetapi saya sampaikan jangan. Yang bisa kita lakukan hanya menambal bagian atas saja,” ujar Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali.
Perbaikan dilakukan dengan mengandalkan partisipasi masyarakat. Sejumlah warga menyumbangkan material seperti semen hingga puluhan sak, sementara lainnya memberikan bantuan dalam bentuk uang.
“Ada yang menyumbang semen sekitar 10 sak, kemudian banyak juga material lain dan ada juga yang menyumbang uang,” lanjutnya.
Kondisi jalan rusak disebut dipengaruhi letaknya yang berada di turunan, serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Saat hujan deras, air meluap dan menggenangi badan jalan, yang secara bertahap mempercepat kerusakan aspal.
Perbaikan telah dilakukan sebanyak dua kali dan dikerjakan secara gotong royong setiap hari Minggu. Berdasarkan catatan pemerintah desa, dana swadaya yang terkumpul mencapai sekitar Rp10 juta.
Rizali mengatakan, pihaknya telah melaporkan kondisi jalan dan gorong-gorong yang bermasalah kepada dinas terkait. Warga juga berencana memeriksa saluran air yang tersumbat akibat endapan sedimen.
Sementara menunggu tindak lanjut, warga masih mengandalkan perbaikan mandiri untuk menutup kerusakan jalan yang berulang di titik tersebut. (rry)
Tags:
Loa Kulu
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu