Kategory
Info Daerah,
23-09-2026 19:36:17
Ruas jalan yang amblas di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Pemkab Kukar telah membuat jalur alternatif sementara yang menurut Dinas Perkim bisa dilalui kendaraan roda empat. (Istimewa/Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kukar)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Jalur alternatif di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, kini dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Kartanegara masih memverifikasi rumah terdampak sebelum menentukan rehabilitasi atau relokasi.
Jalur tersebut dibangun Dinas Perkim bersama Pemerintah Kecamatan Loa Kulu dan Pemerintah Desa Jembayan sebagai akses sementara bagi masyarakat di sekitar lokasi longsor. Jumlah rumah terdampak belum dapat dipastikan karena pendataan dan identifikasi masih berlangsung.
Kepala Dinas Perkim Kukar M. Aidil mengatakan pembangunan badan jalan alternatif menjadi penanganan awal untuk mempertahankan akses warga.
“Saat ini jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Aidil, Selasa (22/9/2026).
Selain menangani akses, Dinas Perkim bersama konsultan sedang mengidentifikasi kondisi rumah di sekitar lokasi longsor. Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah desa sebagai dasar menentukan penanganan setiap rumah.
“Untuk rumah-rumah yang berada di lokasi longsor, saat ini masih dalam tahap pendataan. Hasil identifikasi dari Dinas Perkim bersama konsultan nantinya akan disampaikan kepada pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganannya,” ujarnya.
Menurut Aidil, keputusan rehabilitasi atau relokasi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bangunan. Pemerintah juga akan berkomunikasi dengan pemilik rumah sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Apakah nantinya direlokasi atau masih memungkinkan untuk tetap ditempati dan dilakukan rehabilitasi, itu akan kami lihat berdasarkan hasil identifikasi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan berkomunikasi dengan pemilik rumah, karena melihat kondisi saat ini cukup rawan apabila warga tetap bertahan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Penilaian bahwa lokasi masih cukup rawan merupakan keterangan Aidil. Materi yang tersedia belum memuat hasil kajian teknis mengenai tingkat kerawanan maupun batas area yang terdampak pergerakan tanah.
Tim Dinas Perkim masih melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk memastikan jumlah tempat tinggal yang terkena dampak. Karena proses tersebut belum selesai, pemerintah belum menyampaikan angka resmi.
“Untuk jumlah rumah yang terdampak, saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Teman-teman sudah turun ke lapangan untuk memastikan rumah atau tempat tinggal yang terdampak longsoran tanah,” katanya.
Aidil menegaskan angka pasti baru dapat disampaikan setelah verifikasi selesai.
“Jadi, untuk angka pastinya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap verifikasi,” pungkasnya. (rry/bby/adv)
Tags:
desa jembayan
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu