Kategory
Info Daerah,
03-11-2026 18:23:41
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara Awang Ivan Akhmad Yamani saat menjelaskan rencana pengembangan Jam Bentong sebagai museum digital dan ruang kreatif komunitas di Tenggarong. (Foto: Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menghidupkan kembali Jam Bentong di Tenggarong setelah bangunan tersebut sempat terbengkalai dan digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.
Bangunan itu mulai disiapkan sebagai ruang promosi pariwisata dan aktivitas komunitas. Dalam pengembangan berikutnya, Dispar Kukar juga merencanakan Jam Bentong menjadi museum digital dengan tayangan visual bertema.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar Awang Ivan Akhmad Yamani mengatakan konsep museum digital sebenarnya telah dirancang sejak 2020.
Melalui konsep tersebut, pengunjung nantinya dapat menyaksikan tayangan video yang berubah sesuai tema menggunakan perangkat proyeksi.
“Jadi, pada saat kita masuk, temanya bisa berubah. Misalnya, saya bercerita tentang tema laut, setelah itu tema hutan. Seluruh video bisa kita atur sesuai dengan tema yang ingin ditampilkan,” kata Ivan saat diwawancarai di Jam Bentong, Tenggarong, Senin (2/11/2026).
Namun, konsep museum digital belum diterapkan sepenuhnya.
Untuk sementara, Dispar Kukar mulai menggunakan bangunan tersebut untuk sejumlah kegiatan yang dapat dijalankan dengan kondisi fasilitas saat ini.
Ivan mengatakan pekerjaan pembenahan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah selesai, meski proses serah terima pekerjaan kepada Dispar belum dilakukan.
Jam Bentong sebelumnya sempat mengalami kerusakan dan kehilangan sejumlah barang selama periode pembenahan pada 2021 hingga 2024. Bangunan kemudian lebih banyak digunakan untuk menyimpan barang.
Pada 2025, saat kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Jam Bentong kembali digunakan sebagai sekretariat dan mulai dibenahi secara gotong royong.
Pembenahan berikutnya dilakukan dengan dukungan Dinas PU, termasuk memperbaiki sejumlah bagian bangunan yang rusak dan bocor serta memasang kembali pendingin ruangan.
“Sekarang tempat ini sudah bisa difungsikan,” ujar Ivan.
Salah satu fasilitas yang mulai disiapkan adalah ruang podcast. Peralatannya telah tersedia melalui bidang ekonomi kreatif dan nantinya dapat dimanfaatkan dengan melibatkan komunitas.
Menurut Ivan, keterlibatan komunitas diperlukan agar Jam Bentong tidak hanya menjadi fasilitas pemerintah, tetapi juga menjadi tempat aktivitas pelaku kreatif di Kukar.
Sejumlah gagasan pengembangan juga telah muncul. Komunitas Serapo, misalnya, pernah mengusulkan pembentukan pusat aktivitas seni atau art center.
Namun, perubahan tata ruang secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena bangunan masih berkaitan dengan pekerjaan Dinas PU dan belum diserahterimakan kepada Dispar.
Dispar Kukar juga membuka peluang melanjutkan pembenahan apabila anggaran tersedia pada tahun berikutnya.
Beberapa kebutuhan yang disebut antara lain pengecatan, pemasangan portal, perbaikan toilet, serta pengadaan alat musik yang dapat dimanfaatkan komunitas.
Ivan mengatakan kapasitas listrik di Jam Bentong mencapai sekitar 50 ribu watt sehingga dapat mendukung kegiatan yang menggunakan perangkat suara maupun fasilitas pendukung lainnya.
Dispar Kukar membuka kesempatan bagi komunitas yang ingin menggelar kegiatan di Jam Bentong untuk mengajukan proposal berisi konsep dan bentuk aktivitas yang akan dilaksanakan. (rry/bby/adv)
Tags:
dinas pariwisata kukar
Dispar Kukar
9 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
7 jam yang lalu
7 jam yang lalu
1 hari yang lalu