Kategory
Info Daerah,
31-03-2026 11:53:18
Komunitas Film Indie Tenggarong menggelar screening film lokal dan diskusi perfilman di Kedai Roggos, Tenggarong, Minggu (29/3/2026), sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus menyoroti perkembangan industri film daerah. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — “Jangan sampai diskusi ini hanya diulang seperti 10 tahun lalu.” Pernyataan itu muncul dalam kegiatan screening film lokal di Kedai Roggos, Tenggarong, yang sekaligus menyoroti stagnasi perkembangan industri film di Kalimantan Timur, Minggu (29/3/2026).
Komunitas film menilai, meski forum diskusi dan pemutaran karya kerap digelar, belum ada langkah konkret yang mampu mendorong industri film lokal berkembang ke level yang lebih luas.
Founder Komunitas Film Indie Tenggarong, Faruq Wijaya, menyampaikan hal tersebut di sela kegiatan yang dihadiri akademisi, mahasiswa film dan televisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), serta sejumlah komunitas dari Tenggarong dan Samarinda.
“Jangan sampai ini hanya menjadi diskusi yang kita ulang lagi tahun depan dengan pembahasan yang sama seperti yang sudah kita bahas bahkan sejak 10 tahun lalu,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas perkembangan industri film lokal, tetapi juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan produksi, distribusi karya, hingga belum terbentuknya ekosistem yang berkelanjutan.
Faruq menekankan pentingnya langkah konkret setelah forum diskusi, bukan sekadar pertemuan yang berulang tanpa tindak lanjut.
“Kita ingin dari pertemuan ini ada hasil yang jelas. Setelah ini, apa yang bisa kita kerjakan bersama,” katanya.
Ia juga mendorong kolaborasi antar komunitas dan pelaku industri kreatif sebagai langkah awal memperkuat ekosistem perfilman di daerah.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Film Nasional sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi karya sineas lokal di Tenggarong dan sekitarnya. (*)
Tags:
komunitas film tenggarong
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu