Jembatan Anggana–Sangasanga Dirancang, Nilainya Bisa Tembus Rp2 Triliun

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Fitra Firnanda menunjukkan peta alternatif lokasi pembangunan jembatan Anggana–Sangasanga. (Harry/Sisikota)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Warga pesisir Kutai Kartanegara berpeluang memiliki jalur langsung antara Anggana dan Sangasanga tanpa harus memutar jauh. Jembatan yang dirancang untuk menghubungkan dua wilayah ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp2 triliun.

Namun, hingga kini proyek tersebut masih berada pada tahap studi dan belum mencapai keputusan final terkait lokasi maupun konstruksi yang akan digunakan.

Rencana pembangunan jembatan ini dibahas bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah pesisir. Penentuan titik lokasi masih dalam proses kajian dan akan diputuskan di tingkat pemerintah provinsi.

Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Fitra Firnanda, menyebut terdapat beberapa opsi lokasi yang tengah dipertimbangkan. Dari sisi Sangasanga, titik yang dikaji berada di kawasan Pendingin, Palaran, atau di antara keduanya. Sementara dari wilayah Anggana, opsi berada di sekitar Kutai Lama hingga mendekati Muara Badak.

“Titik lokasi yang diperkirakan kalau dari Sangasanga yaitu Pendingin, Palaran atau di antara dua daerah itu. Kemudian kalau dari daerah Anggana mulai dari Kutai Lama sampai ke arah dekat Muara Badak,” ujarnya.

Selain lokasi, pemerintah juga menyiapkan tiga alternatif desain jembatan dengan karakteristik berbeda. Alternatif pertama berupa satu jembatan dengan panjang sekitar 1.025 meter. Alternatif kedua terdiri dari dua jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 1.210 meter dan 680 meter. Sementara alternatif ketiga mencakup tiga jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 450 meter, 415 meter, dan 650 meter.

Perbedaan desain tersebut juga berdampak pada kebutuhan infrastruktur pendukung. Pada alternatif pertama, panjang jalan pendukung diperkirakan mencapai sekitar 3,25 kilometer. Alternatif kedua sekitar 5 kilometer, sedangkan alternatif ketiga mencapai sekitar 7,6 kilometer.

Kebutuhan lahan pun bervariasi, mulai dari sekitar 27 hektare pada alternatif pertama, hingga 78,4 hektare pada alternatif ketiga.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan perencanaan dilakukan secara bertahap agar pembangunan jembatan nantinya dapat memberikan dampak optimal bagi kawasan sekitar, termasuk terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Secara umum konsep jembatan ini menggunakan konstruksi rangka baja seperti yang ada di Tenggarong,” ujarnya.

Saat ini, seluruh opsi masih dalam tahap kajian. Penentuan trase akhir akan menjadi dasar dalam menghitung kebutuhan anggaran, desain konstruksi, serta efektivitas jembatan terhadap mobilitas masyarakat. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

jembatan anggana-sangasanga

Kecamatan Anggana