Jembatan Sungai Jongkang Beroperasi, Pangkas 30 Menit Waktu Tempuh ke Samarinda

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Sultan Kutai Adji Muhammad Arifin memecahkan kendi sebagai tanda syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Sungai Jongkang di Kecamatan Tenggarong Seberang, disaksikan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dan jajaran perangkat daerah, Senin (3/11/2025).


Loa Kulu, SISIKOTA.COM - Pembangunan jembatan permanen di Sungai Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, yang sudah 13 tahun dinanti, resmi tuntas. Infrastruktur senilai Rp149 miliar itu menggantikan jembatan baja Bailey yang semula menjadi satu-satunya penghubung warga dengan pusat kabupaten dan ibu kota provinsi.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Senin (3/11/2025). Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin turut hadir dan melakukan prosesi pemecahan kendi bersama warga sebagai ungkapan syukur atas selesainya proyek tersebut.

Jembatan baru dengan panjang 16 meter dan lebar tujuh meter ini dilengkapi trotoar di kedua sisi serta enam titik lampu penerangan. Pembangunannya terintegrasi dengan peningkatan jalan penghubung sepanjang 10 kilometer yang menjadi jalur utama dari Tenggarong Seberang menuju Samarinda.

“Alhamdulillah, jembatan ini akhirnya bisa digunakan. Sebelumnya kendaraan harus bergantian lewat jembatan Bailey, sekarang sudah dua arah dan lancar,” kata Bupati Aulia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyampaikan sebagian besar ruas jalan proyek sudah rampung, dengan sisa sekitar 1,6 kilometer yang masih dalam proses pembebasan lahan. “Fungsionalitas jalan sudah penuh, tapi pekerjaan akan dilanjutkan sampai seluruh segmen dua jalur selesai,” jelasnya.

Pemerintah menilai keberadaan jembatan Jongkang berperan strategis dalam memperlancar arus logistik dan distribusi barang. Jalur baru ini memangkas waktu tempuh dari Tenggarong ke Samarinda hingga 30 menit, dan sekaligus membuka akses ekonomi menuju Balikpapan.

Namun, di ujung jalur Jongkang yang berbatasan dengan wilayah Samarinda, masih terdapat titik crossing batu bara yang digunakan bersama kendaraan umum. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kita akan koordinasikan dengan Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan pihak perusahaan agar jalur masyarakat tidak berbenturan dengan jalur tambang,” tegas Bupati.

Aulia menambahkan, pembangunan jembatan Jongkang juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan baru di selatan Tenggarong. Menurutnya, Jongkang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru karena letaknya strategis dan memiliki cadangan lahan yang luas.

“Jarak dari Pendopo ke Jembatan Mahulu hanya sekitar 20 menit, ke pintu tol 30 menit, dan ke bandara Balikpapan satu jam setengah. Kondisi ini menjadikan Jongkang ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan investasi baru,” ujarnya.

Beberapa fasilitas publik kini mulai tumbuh di sekitar jalur tersebut. Rumah Sakit Umum Daerah AM Parikesit telah beroperasi dengan standar pelayanan internasional, sementara Sekolah Nasional Bhayangkari sedang dalam tahap pembangunan. Pemerintah juga menyiapkan rencana penataan tata ruang untuk mendukung investasi sektor pendidikan dan perdagangan.

Dinas Perhubungan Kukar telah menambah lampu penerangan jalan berdasarkan pemetaan kawasan permukiman, sementara Dinas PU menargetkan pembenahan drainase tambahan pada 2026.

“Jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Kami berharap warga ikut menjaga dan tidak menggunakan jalur ini untuk kegiatan berisiko, seperti balapan malam,” kata Bupati.

Dengan selesainya jembatan dan fungsionalnya jalur Jongkang, Kutai Kartanegara menambah satu simpul konektivitas penting antara kawasan selatan dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Pemerintah menilai, penguatan infrastruktur darat seperti ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan investasi di kawasan tengah Kukar. (bby)

Iklan sisikota.com

Tags:

Jongkang