Kategory
Info Daerah,
15-08-2026 02:51:31
Kondisi salah satu anak Sungai Mahakam di Tenggarong yang mengalami penyusutan selama kemarau. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kemarau mulai menekan sumber air baku Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar). Selain menyusutkan debit sungai, kondisi tersebut disertai intrusi air laut yang sempat meningkatkan kadar garam hingga 400 parts per million (ppm) di wilayah hilir.
Peningkatan kadar garam tersebut membuat operasional produksi air bersih di wilayah hilir sempat dihentikan selama beberapa jam. Perumda memberi perhatian khusus terhadap instalasi di Anggana dan Sanga-Sanga karena lokasi pengambilan air baku atau intake-nya relatif dekat dengan muara.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan kadar garam yang tinggi tidak hanya memengaruhi kualitas air baku, tetapi juga berisiko terhadap peralatan produksi.
“Kemarin sempat mencapai 400 ppm kadar garamnya akibat intrusi air laut. Sehingga kami sempat menghentikan operasi selama beberapa jam. Batasnya sekitar 200 ppm ke bawah yang disarankan untuk bisa diproduksi menjadi air bersih,” ujar Suparno saat ditemui di Kantor Perumda Tirta Mahakam, Kamis (13/8/2026).
Suparno menyebut Kukar mengalami minim hujan selama sekitar dua setengah bulan. Kondisi tersebut mulai terlihat dari menyusutnya sejumlah anak sungai yang selama ini menjadi sumber air baku.
Salah satu titik yang terdampak ialah Sungai Tenggarong, tempat intake Bekotok berada. Menurut Suparno, kondisi sungai tersebut kini semakin dangkal sehingga berpotensi mengurangi kemampuan pompa mengambil air.
Secara teknis, posisi intake memerlukan kedalaman sekitar dua meter di bawah permukaan agar pompa dapat bekerja optimal. Ketika muka air turun, debit yang mampu diproduksi juga ikut berkurang.
“Kalau kapasitas pompa 150 liter per detik, misalnya, bisa menghasilkan sesuai kapasitasnya. Tetapi kalau permukaan air menurun, pasti akan berpengaruh terhadap debit yang dihasilkan,” katanya.
Di Sungai Mahakam, pasang air laut masih membantu mempertahankan ketinggian muka air. Namun, dorongan air laut tersebut juga membawa risiko peningkatan kadar garam, khususnya pada instalasi pengolahan yang berada di wilayah hilir.
Perumda Tirta Mahakam kini melakukan pemantauan setiap hari, terutama ketika terjadi pasang tertinggi. Sejumlah titik juga mulai diidentifikasi sebagai alternatif sumber air baku apabila kondisi semakin kritis.
Meski menghadapi tekanan pada sumber air baku, Suparno memastikan pelayanan kepada pelanggan sejauh ini masih relatif aman. Namun, masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan tempat penampungan sebagai langkah antisipasi apabila produksi tidak dapat berjalan maksimal.
“Kami sudah mulai mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air, berhemat, dan disarankan juga untuk menampung air,” tuturnya.
Perumda Tirta Mahakam juga menyiapkan skema penanganan bagi kawasan yang berpotensi mengalami kekurangan air. Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat apabila diperlukan.
“Untuk daerah-daerah yang terdampak, biasanya kami juga memiliki kerja sama dengan teman-teman BPBD dan relawan. Kami saling mendukung,” ujar Suparno.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat digantikan.
Suparno berharap hujan segera turun, terutama di wilayah hulu Sungai Mahakam, karena kondisi di kawasan tersebut turut memengaruhi ketersediaan air baku di Kukar.
“Yang kami harapkan turun hujan bukan hanya di sini, tetapi di wilayah hulu. Biasanya kami harapkan hujan di wilayah hulu sehingga berdampak terhadap kondisi air di daerah kita,” katanya.
Selama kemarau berlanjut, Perumda Tirta Mahakam akan terus memantau debit sungai, tingkat salinitas, serta kemampuan produksi setiap instalasi untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat. (rry/bby)
Tags:
Air Bersih Kukar
Perumda Tirta Mahakam
Sungai Mahakam
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu