Kategory
Info Daerah,
13-09-2025 13:33:59
Kepala Desa Margahayu, Rusdi, saat menjelaskan program terpadu penanganan stunting dan penguatan layanan kesehatan desa melalui Posyandu dan Polindes. (Kontributor Sisikota.com)
Loa Kulu, SISIKOTA.COM - Margahayu, sebuah desa di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, kini menaruh perhatian penuh pada isu stunting yang masih menjadi momok bagi tumbuh kembang balita. Dari catatan tahun 2025, sebanyak 12 balita terindikasi stunting, namun tren penurunan mulai terlihat berkat program terpadu yang melibatkan layanan gizi, kesehatan, dan edukasi masyarakat.
Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menegaskan bahwa upaya penanganan dilakukan secara kolaboratif melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang terbukti membantu mencukupi gizi anak. “Angka sempat naik turun, tapi kini mulai menurun. Program seperti PMT sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Peran kader kesehatan desa juga menjadi ujung tombak, khususnya melalui tiga Posyandu aktif yang beroperasi di Margahayu. Posyandu ini tidak hanya fokus pada balita, tetapi juga melayani lansia sebagai bagian dari layanan kesehatan terpadu. Evaluasi rutin melalui penimbangan dan pendataan gizi menunjukkan adanya perbaikan status gizi anak dari waktu ke waktu.
Meski demikian, Rusdi mengakui kendala masih ada, terutama dalam hal edukasi keluarga. Kesadaran sebagian warga untuk mengikuti penimbangan rutin balita masih rendah. “Masih banyak keluarga yang belum menyadari pentingnya penimbangan rutin dan pendataan gizi. Ini tugas kader untuk terus memberikan sosialisasi,” tambahnya.
Selain program gizi, pembangunan infrastruktur kesehatan juga menjadi perhatian. Polindes desa sudah direnovasi dengan dukungan dana Pemkab Kukar, namun Pusat Bantuan Kesehatan (Pusban) yang berdiri sejak 1982 masih memerlukan rehabilitasi agar dapat mendukung pelayanan kesehatan lebih optimal.
“Kami sedang tingkatkan kapasitas kader kesehatan, baik di Polindes maupun Posyandu. Harapannya, layanan semakin maksimal dan stunting bisa ditekan,” pungkas Rusdi. (nur/adv)
Tags:
Loa Kulu
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu