Kadin dan APBMI Sorot Potensi Jasa Pelabuhan Kukar yang Belum Tergarap Optimal

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Plt Ketua Kadin Kutai Kartanegara, Dedi Sudarya, menerima jajaran DPC APBMI Kuala Samboja dalam pertemuan yang membahas potensi jasa pelabuhan, logistik, dan penguatan peran pengusaha lokal di Kukar. (Bobby Lolowang/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Potensi jasa pelabuhan dan logistik di wilayah pesisir Kutai Kartanegara dinilai belum tergarap optimal. Padahal, Kukar memiliki wilayah perairan yang luas dan posisi strategis dalam arus ekonomi Kalimantan Timur.

Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan Kamar Dagang dan Industri Kutai Kartanegara dengan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia Kuala Samboja di Tenggarong, Rabu, 4 Juni 2026.

Plt Ketua Kadin Kukar, Dedi Sudarya, mengatakan pertemuan itu membuka sejumlah masukan terkait peluang usaha di sektor jasa pelabuhan, khususnya di kawasan pesisir.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar dapat memberi dampak lebih besar bagi ekonomi lokal.

“Masih banyak potensi yang belum teroptimalkan di Kutai Kartanegara, khususnya di sektor jasa pelabuhan, terutama di daerah pesisir,” kata Dedi.

Dedi menyebut, Kadin Kukar akan berupaya menyambungkan informasi dan masukan dari APBMI kepada pemerintah daerah. Salah satu agenda yang disepakati adalah membuka ruang diskusi dengan Bupati Kukar.

Ia menilai, sektor jasa pelabuhan dan logistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bongkar muat, tetapi juga peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke sektor ekonomi yang lebih besar.

Sebagai organisasi yang menjadi wadah bagi berbagai asosiasi usaha, Kadin disebut memiliki peran untuk menghubungkan data, informasi, dan peluang bisnis yang ada di Kukar.

“Yang terpenting adalah bagaimana menguatkan pengusaha lokal agar bisa berperan aktif dalam sektor-sektor besar yang ada di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ketua DPC APBMI Kuala Samboja, Loies Subowo Saminanto, mengatakan APBMI bergerak di sektor jasa logistik. Menurut dia, posisi perairan Kukar menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan aktivitas logistik di Kalimantan Timur.

“Kutai Kartanegara memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Pintu gerbang Kalimantan Timur itu salah satunya berada di perairan Kutai Kartanegara,” kata Loies.

Karena itu, ia menilai jasa logistik perlu mendapat perhatian agar aktivitas ekonomi yang bergerak di wilayah Kukar dapat memberi dampak bagi daerah.

“Jasa logistik ini sangat vital dan harus kita perjuangkan agar perekonomian ini berdampak kepada Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Loies menjelaskan, pertemuan dengan Kadin juga menjadi bagian dari pemenuhan ketentuan organisasi APBMI. Dalam AD/ART APBMI, asosiasi tersebut harus mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Kadin.

Ia berharap bergabungnya APBMI dalam Kadin Kukar dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemerintah daerah.

Menurut Loies, peluang pengusaha untuk ikut membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah masih terbuka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membutuhkan peran lebih besar dari sektor usaha.

Kadin Kukar dan APBMI Kuala Samboja berencana membawa masukan tersebut ke pemerintah daerah sebagai bahan pembahasan lanjutan terkait penguatan sektor jasa pelabuhan, logistik, dan peran pengusaha lokal di Kukar. (bby)

Iklan sisikota.com

Tags:

Dedi Sudarya

kadin kukar