Kategory
Info Daerah,
26-11-2025 12:13:03
Para pejabat dan perwakilan Leader Energy duduk berhadapan mengikuti pemaparan rencana investasi PLTS di ruang rapat Wakil Gubernur Kaltim, Selasa (25/11/2025). (Istimewa)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Kaltim memiliki kelebihan listrik, tetapi 109 desa masih gelap. Paradoks itu mengemuka saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menerima audiensi Leader Energy, Selasa (25/11/2025), untuk membahas investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar guna memperluas akses energi.
Ruang rapat wakil gubernur terisi perangkat provinsi dan perwakilan perusahaan. Presentasi panel surya digelar, sementara pejabat mencatat kebutuhan desa terpencil yang belum menikmati listrik. Pemerintah Provinsi Kaltim mempertimbangkan PLTS sebagai opsi distribusi energi yang lebih merata.
Wagub Seno Aji menilai inisiatif ini relevan untuk mengurangi kesenjangan listrik. “Kami berharap ke depan terjalin keterlibatan kuat antara investor dan Pemprov Kaltim,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa sistem kelistrikan nasional masih terpusat. “Penyediaan listrik di Indonesia masih dikontrol oleh PLN,” lanjutnya.
Provinsi disebut belum mampu menyalurkan pasokan secara merata, terutama di daerah terpencil. Wagub menegaskan bahwa kebutuhan listrik di Kabupaten Berau menjadi salah satu urgensi. “Kami sangat mendukung program dari Leader Energy dan Perusda agar PLTS di Berau dapat membuat kabupaten ini tidak lagi terkena gangguan listrik seperti saat ini,” kata Seno.
Diskusi turut menyinggung pemanfaatan danau bekas tambang sebagai lokasi instalasi panel surya. Kebijakan ini disebut dapat memberi alternatif pemanfaatan lahan pasca tambang. “Kita akan memanfaatkan danau-danau bekas tambang sehingga bisa memberikan dampak positif bagi bangsa ini,” ucapnya.
Namun realisasi proyek PLTS bergantung pada persetujuan PLN sebagai offtaker. “Jika secara perhitungan proyek ini layak, satu-satunya cara adalah kita akan meminta restu dari PLN,” jelas Wagub. Pemprov berjanji memberi rekomendasi sesuai mekanisme.
Audiensi dihadiri DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana, Leader Energy Business Development Manager Hagayudha Timotius Kaban, Senior Electrical Engineer Kusmayanto Hadi Wibowo, serta perwakilan Dinas ESDM dan Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim. Dialog akan dilanjutkan untuk pembahasan teknis, peraturan, dan kelayakan investasi energi surya di wilayah provinsi. (*)
Tags:
wagub kaltim
seno aji
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu