Kategory
Info Daerah,
02-11-2025 12:31:52
Tenaga medis dari Doctor Share melayani pemeriksaan kesehatan bagi warga Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Sabtu (1/11/2025). (Istimewa)
Muara Kaman, SISIKOTA.COM - Muara Kaman kembali didatangi kapal layanan kesehatan. Bukan milik pemerintah, melainkan armada medis milik lembaga sosial Doctor Share yang berlayar menembus sungai Mahakam. Bagi sebagian warga, kedatangan kapal itu seperti menghidupkan kembali kenangan lama tentang Suwondo — kapal medis terapung milik Pemkab Kutai Kartanegara yang dulu melayani kampung-kampung terpencil.
Layanan ini kini hadir lagi, tapi dengan wajah berbeda. Kapal Doctor Share berlabuh di dermaga kecil Muara Kaman, membawa tim dokter dan tenaga medis dari luar daerah. Sejak pagi, warga antre untuk mendapatkan pemeriksaan dan obat gratis. Seorang ibu tampak menenangkan anaknya yang menangis saat disuntik, sementara petugas mencatat daftar pasien di meja registrasi sederhana.
Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, yang hadir dalam peluncuran layanan itu, menyebut momen ini mengingatkannya pada era ketika kapal Suwondo menjadi simbol layanan publik yang menjangkau pelosok.
“Kalau tidak salah, dulu kapal Suwondo juga sempat melibatkan dr. Lee. Sekarang beliau kembali hadir melalui Doctor Share,” ujarnya.
Menurut Aulia, layanan ini lebih dari sekadar pengobatan. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa pemerataan akses kesehatan di Kukar masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah sungai yang jauh dari fasilitas medis. “Kita masih kekurangan tenaga dokter, terutama spesialis, di kecamatan yang jauh dari kota,” katanya.
Program Doctor Share hadir berkat kolaborasi antara Pemkab Kukar, PT Bayan Resources, dan tim medis independen. Selain memberikan layanan medis gratis, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan dengan tenaga kesehatan lokal di Kukar. Aulia berharap kerja sama itu bisa meningkatkan kemampuan tenaga medis daerah dalam menangani kasus di lapangan dengan fasilitas terbatas.
Kesehatan, ujarnya, menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. “Sekarang warga cukup menunjukkan KTP untuk berobat. Semua sudah terlindungi oleh jaminan kesehatan,” ucapnya. Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pemerataan tenaga kesehatan agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pelayanan dasar.
Di sela kegiatan, Aulia juga menyinggung masa depan Muara Kaman. Ia menilai, meski kegiatan industri ekstraktif seperti pertambangan batu bara perlahan menurun, kesejahteraan warga harus tetap terjaga. “Industri bisa berakhir, tapi kesejahteraan tidak boleh ikut berhenti,” ujarnya. Pemerintah, lanjutnya, akan mendorong investasi di sektor sumber daya manusia, termasuk pendidikan dan pelatihan vokasi.
Kolaborasi ini memperlihatkan bentuk keterlibatan lintas sektor antara pemerintah, tenaga medis, dan perusahaan swasta dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah sungai. Kapal Doctor Share dijadwalkan berlayar hingga ke Muara Kaman Ulu selama sepekan ke depan, melayani warga dari beberapa desa seberang yang datang menggunakan perahu kecil.
Bagi sebagian warga, pemandangan kapal medis yang merapat di tepian Mahakam bukan hanya sekadar layanan kesehatan. Ia membawa kembali ingatan tentang masa ketika sungai menjadi jalur hidup — bukan hanya untuk berdagang, tapi juga untuk mencari kesembuhan. (*)
Tags:
muara kaman
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu