Kategory
Info Daerah,
12-09-2026 14:22:11
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Badak sempat mendekati pipa dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di wilayah Saliki dan Nilam. Operasi pemadaman dari udara atau water bombing kemudian dilakukan selama dua hari dan dilaporkan berhasil mengendalikan kebakaran tersebut.
Menurut Aulia, lokasi kebakaran menjadi salah satu prioritas penanganan karena berada di sekitar infrastruktur strategis.
“Untuk Muara Badak, kemarin memang menjadi salah satu konsentrasi kita karena lokasinya mendekati pipa dan PLTG yang ada di sana, khususnya di daerah Saliki dan Nilam. Alhamdulillah, kondisi tersebut sudah bisa dikendalikan,” kata Aulia seusai meninjau distribusi bantuan pompa air di Kantor BPBD Kukar, Tenggarong Seberang, Jumat (11/9/2026).
Aulia mengatakan operasi water bombing selama dua hari memberikan hasil yang cukup baik. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kebakaran di kawasan tersebut telah terkendali.
“Selama dua hari dilakukan operasi water bombing di daerah Muara Badak. Laporannya sudah berhasil dan kondisinya bisa kita kendalikan,” ujarnya.
Pemkab Kukar terus memantau perkembangan karhutla melalui koordinasi yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan, relawan, TNI, dan Polri.
Seluruh unsur tersebut tergabung dalam satu jaringan komunikasi untuk memperbarui informasi mengenai lokasi dan kondisi titik api di Kukar.
“Kami memiliki grup yang terdiri dari seluruh stakeholder yang ada, baik dari pemerintah daerah seperti BPBD, Damkar, kecamatan, maupun teman-teman relawan di lapangan. Ada juga dari TNI dan Polri,” jelas Aulia.
Menurutnya, pembaruan informasi dilakukan secara berkala agar kemunculan titik api dapat segera diketahui dan ditangani.
Selain di Muara Badak, titik api yang cukup besar sempat terpantau di Kecamatan Muara Kaman dan Kota Bangun pada malam sebelumnya. Berdasarkan pemantauan pada Jumat pagi, Aulia menyebut kebakaran di kedua wilayah tersebut telah padam.
“Tadi malam memang ada titik yang agak besar, yaitu di daerah Muara Kaman dan Kota Bangun. Akan tetapi, pagi ini kami monitor sudah padam,” ungkapnya.
Untuk mempercepat respons, Pemkab Kukar telah membentuk tim terpadu di setiap kecamatan. Tim tersebut dipimpin camat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Penanganan awal dilakukan oleh tim kecamatan. Jika kebakaran tidak mampu ditangani dengan sumber daya yang tersedia, tim dapat meminta tambahan personel dan peralatan dari pemerintah kabupaten.
“Ketika mereka tidak mampu menangani, mereka akan meminta bantuan. Teman-teman di tingkat kabupaten setiap saat siap mengirimkan unit maupun personel untuk membantu tim yang ada di lapangan di kecamatan,” tegas Aulia.
Selain pemerintah, aparat, dan relawan, sejumlah badan usaha juga dilibatkan dalam penanganan karhutla di sekitar wilayah operasional masing-masing.
“Alhamdulillah, sekarang seluruh elemen yang ada sudah terkoneksi dan terkoordinasi dengan baik. Begitu juga dengan badan usaha-badan usaha yang ada di tempat kita. Mereka aktif melakukan penanganan kebakaran hutan dan berkoordinasi dengan tim-tim kita di daerah,” pungkasnya. (rry/bby)
Tags:
karhutla
Muara Badak
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu