Karhutla Pendingin Capai 42 Hektare, Bupati Kukar Minta Warga Waspadai Asap

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Asap membubung dari kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga,, Kutai Kartanegara (Kukar), diperkirakan telah berdampak pada area seluas 42 hektare. Pemerintah daerah meminta masyarakat mewaspadai paparan asap sekaligus menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru.

Berdasarkan laporan BPBD Kukar, kebakaran melanda lahan gambut di wilayah RT 11 dan RT 02. Pemantauan menggunakan pesawat nirawak atau drone pada Rabu (19/8/2026) mendeteksi sekitar enam hingga tujuh titik api yang masih tersebar di sejumlah lokasi.

Petugas gabungan melakukan pemadaman pada titik-titik yang dapat dijangkau serta membuat blok untuk mencegah api mendekati permukiman. Penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi BPBD Kukar bersama instansi kehutanan dan lembaga terkait lainnya. Petugas terlebih dahulu mengidentifikasi titik api sebelum menentukan metode pemadaman berdasarkan kondisi dan akses menuju lokasi.

“Pertama, kita mengidentifikasi titik-titik api. Setelah kita menemukan titik-titik api tersebut, kita berkoordinasi bagaimana proses pemadamannya,” kata Aulia saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Kamis (20/8/2026).

Menurut Aulia, kemampuan Pemkab Kukar saat ini masih terbatas pada pemadaman langsung dengan peralatan yang tersedia. Penanganan yang membutuhkan dukungan udara, seperti helikopter, harus dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kalau sudah menggunakan fasilitas seperti helikopter dan lain sebagainya, kita belum ada fasilitas untuk itu. Makanya kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB, bagaimana ini bisa tertangani,” ujarnya.

Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi cuaca panas dan paparan asap juga menjadi pertimbangan Pemkab Kukar menunda pelaksanaan Pawai Pembangunan dan Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kita khawatir nanti mengganggu sistem pernapasan anak-anak kita atau saudara-saudara kita yang mengikuti kegiatan tersebut,” jelasnya.

Aulia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang terdampak asap. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan titik api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.

Ia mengatakan puntung rokok ditemukan di sekitar sejumlah titik yang diperiksa. Namun, temuan tersebut belum memastikan penyebab karhutla yang terjadi di Pendingin.

“Karena beberapa titik teridentifikasi bahwa titik api itu ada puntung-puntung rokok,” katanya.

Aulia turut mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan rawa atau rampak agar memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang. Kewaspadaan juga diperlukan ketika warga meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk mencegah kebakaran di kawasan permukiman.

Penanganan karhutla Pendingin melibatkan BPBD Kukar, TNI dan Polri, Kecamatan Sanga-Sanga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan, serta kelompok masyarakat. Pemantauan dilanjutkan untuk mencegah api meluas dan mendekati permukiman. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

karhutla