Kategory
Info Daerah,
01-12-2025 08:24:20
Sekda Kukar H Sunggono meninjau karya daur ulang sampah bersama panitia festival di Taman Tanjong, Tenggarong. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pagi Tenggarong terasa ringan. Udara lembap setelah hujan dini hari, sementara aroma rumput basah bercampur dengan suara riuh kecil dari Taman Tanjong. Di atas sebuah bangku kayu, deretan kotak tisu dan pot berbahan daur ulang tersusun rapi. Warna emas, merah, dan hitam menonjol di bawah matahari yang baru naik, dihias bunga-bunga kecil dari bahan bekas. Sebagian pengunjung berhenti, memandang lebih lama dari yang mereka rencanakan.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, H Sunggono, tiba tidak tergesa. Ia membuka Festival Produk Daur Ulang Sampah, sekaligus meresmikan gerakan pegiat daur ulang. Ia lebih dulu berkeliling. Camat Tenggarong Sukono, Camat Sebulu Edy Fachruddin, Plt Kadis Perindag Sayid Fatullah, serta sejumlah pejabat lain ikut menyimak satu per satu karya peserta.
Henny Amiruddin, ketua panitia, menyebut bahwa pelatihan daur ulang yang mereka jalankan sudah berlangsung hampir sembilan tahun. Dukungan lebih kuat datang sejak 2023 melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Kami mendampingi ke Kecamatan Kota Bangun Darat, Muara Muntai, Kembang Janggut, Muara Wis, dan Tenggarong. Pesertanya tercatat 1.632 orang,” ucapnya. Mereka yang ikut, kata Henny, ingin bergabung sebagai pegiat daur ulang. Dukungan juga datang dari Dinas PMD, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta DLHK Kukar.
Pelatihan terakhir di Kecamatan Sebulu mencakup Desa Beloro, Sebulu Modern, Mekar Jaya, Sebulu Ulu, Sebulu Ilir, hingga Selerong. Peserta berasal dari sekolah, murid, hingga guru. “Gerakan ini harus terus bergerak, jangan berhenti,” lanjut Henny. Ia menegaskan pegiat daur ulang berhak mendapat ruang berkarya dan pasar yang jelas.
Henny juga menyinggung pengalaman tahun 2024. Karya daur ulang peserta pernah menjadi suvenir meja Presiden serta para menteri pada MTQ Nasional ke-30. Produk serupa juga dibawa pulang oleh kontingen provinsi lain. “Ini kebanggaan buat kita,” katanya singkat, sembari menyebut semangat peserta kini semakin besar.
Sunggono menilai langkah ini sejalan dengan visi program One Village One Product. Setiap desa, katanya, punya potensi yang berbeda. Produk daur ulang diproyeksikan dapat berkembang sesuai karakter wilayah. Pemkab Kukar memberi apresiasi atas inisiasi gerakan ini, menyebutnya sebagai terobosan dalam penanganan sampah.
Ia lalu menyinggung program tahun depan, pembangunan kandang ayam petelur di 17 kecamatan untuk mendukung makan bergizi gratis bagi pelajar. Peluang terbuka bagi pegiat daur ulang, khususnya dalam budidaya ulat maggot BSF sebagai pakan ternak. “Budidaya maggot relatif mudah dan tidak memerlukan lahan luas,” ucapnya. Bahan organik dapat terurai, sementara protein maggot menjadi pakan ayam.
Sunggono kembali mengingatkan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Menurutnya, pengurangan sampah hanya mungkin jika kebiasaan warga berubah. Sampah yang dulunya dianggap tidak bernilai, kini dikembalikan sebagai benda pakai. Gerakan pegiat daur ulang di Kukar resmi berjalan, dengan karya-karya di meja pamer sebagai bukti pertama. (*)
Tags:
Sunggono
sunggono sekda kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu