Kategory
Info Daerah,
22-09-2026 15:55:07
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani. Ia mengatakan operasi pasar berikutnya akan diarahkan ke wilayah ulu yang terdampak kekeringan. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Kekeringan membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) mengubah sasaran operasi pasar keliling tahun ini. Wilayah ulu, terutama Tabang dan Kembang Janggut, menjadi prioritas karena disebut mulai terdampak penurunan debit air sungai.
Kondisi sungai yang semakin dangkal di Kota Bangun juga menjadi pertimbangan dalam pemetaan sasaran berikutnya. Operasi pasar tersebut diarahkan agar warga di wilayah terdampak tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, mengatakan pihaknya masih menyusun rencana pelaksanaan. Lokasi akhir dan jumlah pasokan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, ketersediaan stok, serta kemampuan anggaran.
“Untuk daerah-daerah yang terdampak kekeringan, terutama wilayah ulu seperti Tabang dan Kembang Janggut, kondisinya cukup terdampak karena sungai di sana sudah mulai mengering. Kalau dari Kota Bangun, kondisi sungai juga sudah sangat dangkal,” kata Bustani di Kantor Disperindag Kukar, Selasa (22/9/2026).
Disperindag akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menentukan wilayah yang paling membutuhkan operasi pasar.
“Daerah-daerah tersebut nantinya akan kami kunjungi kembali, terutama wilayah yang paling terdampak,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin, mengatakan operasi pasar keliling ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaannya juga bekerja sama dengan pihak kecamatan setempat,” kata Burhanuddin.
Komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, dan gula. Pasokan beras serta beberapa komoditas lainnya diperoleh melalui kerja sama dengan Perum Bulog.
Menurut Bustani, beras premium dalam operasi pasar dijual seharga Rp57.500 per kemasan 5 kilogram. Gula dijual sekitar Rp14.500 per kilogram, sedangkan pasokan minyak goreng disesuaikan dengan stok yang tersedia.
Dalam satu titik pelaksanaan, pasokan beras dapat mencapai sekitar 2 ton. Namun, jumlah tersebut tidak langsung diberlakukan secara seragam karena kebutuhan dan kondisi setiap wilayah berbeda.
Disperindag juga membatasi pembelian agar pasokan dapat diterima lebih banyak warga. Setiap keluarga maksimal membeli lima kemasan beras berukuran 5 kilogram atau total 25 kilogram.
“Kami juga menerapkan pembatasan pembelian beras. Maksimal lima kemasan untuk setiap pembeli. Kalau satu kemasan berisi 5 kilogram, berarti maksimal 25 kilogram per keluarga,” jelas Bustani.
Untuk LPG 3 kilogram, Disperindag akan berkoordinasi dengan Pertamina. Ketersediaannya dalam setiap operasi pasar bergantung pada stok sehingga belum dapat dipastikan tersedia di seluruh lokasi.
Bustani mengatakan jumlah pasokan ke wilayah terdampak kekeringan akan ditetapkan setelah Disperindag melihat kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan.
“Yang kami lihat bukan hanya berapa banyak kebutuhannya, karena pada dasarnya semua masyarakat pasti membutuhkan. Kami menyesuaikan dengan kondisi daerah dan kemampuan anggaran, termasuk dana subsidi ongkos angkut yang tersedia,” katanya.
Operasi pasar biasanya dilaksanakan untuk membantu masyarakat menjelang hari besar keagamaan sekaligus sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi. Tahun ini, Disperindag mengarahkan kembali program tersebut ke wilayah yang membutuhkan akibat dampak kekeringan.
“Program ini sebenarnya dilaksanakan untuk membantu masyarakat pada hari-hari besar keagamaan sekaligus menanggulangi dampak inflasi. Namun, tahun ini karena ada dampak kekeringan, pelaksanaannya kami arahkan kembali ke daerah-daerah yang membutuhkan,” pungkas Bustani. (rry/bby/adv)
Tags:
operasi pasar kukar
pasar murah
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu