Kategory
Info Daerah,
01-07-2025 09:54:05
Kepala Desa Batuah Abd. Rasyid bersama panitia dan peserta cabang bulu tangkis Pekan Olahraga Dusun (PORDUS) 2025 di Gedung BPU Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. (Kontributor Sisikota.com)
Loa Janan, SISIKOTA.COM - Sorak-sorai memenuhi Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Batuah ketika Pekan Olahraga Dusun (PORDUS) 2025 resmi dibuka. Lantai lapangan yang licin berkilau memantulkan langkah-langkah para peserta yang mengenakan seragam kebanggaan mereka. Di antara riuh tepuk tangan dan suara raket yang sesekali beradu, Kepala Desa Batuah, Abd. Rasyid, berdiri di podium dengan pandangan yang penuh keyakinan.
Bagi Abd. Rasyid, ajang ini bukan sekadar kegiatan tahunan. PORDUS telah menjadi tradisi yang mengikat rasa kebersamaan warga, sekaligus ladang untuk menumbuhkan bakat-bakat baru, khususnya di cabang olahraga bulu tangkis. “Saya berharap dari sini lahir atlet-atlet berbakat yang suatu saat bisa membawa nama Batuah, bahkan Kutai Kartanegara, ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya dengan nada optimis.
Ia menekankan pentingnya sportivitas, nilai yang ingin ia lihat melekat pada setiap peserta sepanjang kompetisi. Demi menjaga integritas pertandingan, panitia menghadirkan juri bersertifikat dari luar desa. Langkah ini diambil agar tak ada keraguan sedikit pun soal netralitas. “Saya ingin pertandingan ini jadi contoh bahwa kita bisa bersaing dengan sehat. Juri yang memimpin sudah berkompeten, netral, dan tidak memihak siapa pun,” tegasnya.
Abd. Rasyid, yang dikenal tegas dalam aturan namun hangat dalam pergaulan, juga mengingatkan agar keputusan wasit dihormati sepenuhnya. Ia meyakinkan bahwa seluruh proses pertandingan berjalan transparan. Penonton bahkan bisa menyaksikannya secara langsung melalui siaran live, membuka ruang bagi masyarakat untuk memantau jalannya kompetisi. “Wasit punya kemampuan yang tidak diragukan lagi. Jadi saya minta semua menghargai setiap keputusan yang diambil,” imbuhnya.
Selain berbicara soal teknis dan etika pertandingan, Abd. Rasyid menaruh perhatian besar pada regenerasi atlet di desanya. Menurutnya, potensi bakat muda Batuah harus diarahkan sejak dini melalui sistem kompetisi yang berkelanjutan. Ia percaya bulu tangkis memiliki daya tarik yang mampu memotivasi generasi muda untuk terus berlatih dan berprestasi. “Dengan dukungan masyarakat dan sistem kompetisi yang adil, saya yakin PORDUS ini bisa mencetak atlet unggulan dari Batuah ke depannya,” pungkasnya.
Bulu tangkis menjadi cabang yang paling konsisten melahirkan bibit atlet di Batuah, dan PORDUS 2025 menjadi wadah di mana mimpi-mimpi itu mulai dirajut. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, panitia, dan warga, ajang ini diharapkan tidak hanya menciptakan pemenang, tetapi juga membentuk karakter sportif yang akan melekat seumur hidup. (nur/adv)
Tags:
Desa Batuah
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu