Kategory
Budaya,
27-09-2026 18:53:13
Replika naga dalam prosesi Mengulur Naga bersiap dibawa menuju Kutai Lama, Kecamatan Anggana, untuk dilarungkan ke Sungai Mahakam, Minggu (27/9/2026).
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memaknai Mengulur Naga dalam Erau Adat Kutai 2026 sebagai napak tilas kisah kemunculan Putri Karang Melenu. Prosesi ini menjadi salah satu puncak ritual adat yang digelar Minggu (27/9/2026).
Ketua Panitia Pelaksana Erau Adat Kutai 2026, Pangeran Hario Noto Negoro Heriansyah, menjelaskan prosesi tersebut melibatkan dua replika, yakni Naga Laki dan Naga Bini. Keduanya dibawa dari Keraton Kesultanan di Tenggarong menuju Kutai Lama, Kecamatan Anggana.
“Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur dalam rangkaian upacara adat Erau menjadi penanda puncak pelaksanaan prosesi ritual adat Erau Kutai tahun 2026,” kata Heriansyah.
Rute yang dijelaskan panitia mencakup persinggahan di Batang Aji, Samarinda Seberang, sebelum perjalanan dilanjutkan menuju Kutai Lama.
Kutai Lama disebut panitia sebagai tempat berdirinya Negeri Jaitan Layar dan ibu kota awal Kerajaan Kutai Kartanegara. Lokasi itu menjadi tujuan akhir perjalanan kedua replika naga.
Dalam tahapan ritual, tubuh replika Naga Laki dan Naga Bini dilarungkan ke Sungai Mahakam. Sementara itu, bagian kepala dan ekornya dibawa kembali untuk disemayamkan di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara.
Menurut Heriansyah, Mengulur Naga merupakan napak tilas kisah kemunculan Putri Karang Melenu. Pemaknaan tersebut menjadi bagian dari tradisi Kesultanan yang terus dipertahankan dalam pelaksanaan Erau.
Mengulur Naga kemudian dirangkai dengan Belimbur. Dalam tradisi tersebut, Belimbur dimaknai sebagai prosesi penyucian Sultan Kutai Kartanegara dari pengaruh buruk.
Prosesi diawali dengan Sultan memercikkan Air Tuli menggunakan mayang pinang ke empat penjuru mata angin. Air yang dalam tradisi dipandang suci itu berasal dari perairan Kutai Lama.
Air tersebut selanjutnya dipercikkan kepada kerabat dan orang-orang di sekitar Sultan. Setelah rangkaian Kesultanan berlangsung, masyarakat dan pengunjung mengikuti Belimbur sebagai bagian dari tradisi penyucian dan doa memohon perlindungan.
Heriansyah mengajak masyarakat mengikuti rangkaian tersebut dengan tertib serta menjaga keamanan dan kesakralan adat. Hal itu juga menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-244 Kota Tenggarong pada 28 September 2026. (rry/bby/adv)
Tags:
mengulur naga
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu