Kategory
Info Daerah,
10-06-2025 14:54:21
Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Golkar, Sarkowi V Zahry, memberikan keterangan terkait wacana pendirian SMA terbuka di Kutai Kartanegara, Selasa (10/6/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Di tengah tantangan akses pendidikan yang masih membelit wilayah pedalaman dan terpencil di Kutai Kartanegara (Kukar), wacana pendirian sekolah menengah atas (SMA) terbuka memantik dukungan dari parlemen provinsi. Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Partai Golkar, Sarkowi V Zahry, menilai inisiatif tersebut sebagai langkah inovatif yang layak dikawal.
“Terkait sistem regulasi SMA terbuka itu, kita memang belum memiliki regulasi khusus. Jadi ini adalah bentuk inovasi. Jika memungkinkan, tentu akan kita dorong dan lakukan,” ujar Sarkowi, Selasa (10/6/2025).
Ia menjelaskan, keterbatasan kuota penerimaan peserta didik baru di sejumlah SMA membuat banyak anak terpaksa berhenti di jenjang SMP. Situasi ini kian pelik bagi keluarga yang terbentur biaya dan jarak tempuh ke sekolah terdekat.
“Anak-anak kita ini perlu terus disemangati untuk sekolah. Tadi juga disinggung bahwa ada anak-anak yang harus menempuh jarak jauh, bahkan biaya transportasinya melebihi kebutuhan hidup mereka. Ini tentu menjadi beban berat bagi keluarga,” jelasnya.
Sarkowi menekankan, kebijakan pendidikan yang inklusif hanya bisa terwujud dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kajian komprehensif diperlukan agar sekolah terbuka benar-benar menjawab kebutuhan lapangan.
“Tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena hambatan jarak dan biaya. Dengan adanya sekolah terbuka, kita harap mereka bisa tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah jauh dari rumah,” pungkasnya. (nur/adv)
Tags:
Kukar
Kutai Kartanegara
sekolah negeri
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu