Koba Fest II Hidupkan Gairah Seni Kecamatan, Dispar Kukar Targetkan Event Rutin di 20 Kecamatan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, memberikan sambutan pada pembukaan Koba Fest II di Kecamatan Kota Bangun. (Kontributor Sisikota.com)


Kota Bangun, SISIKOTA.COM - Sorotan lampu panggung memantulkan warna-warni di wajah para musisi yang tengah bersiap. Di tengah riuh penonton, denting gitar dan tepuk tangan menandai dimulainya Koba Fest II—sebuah ruang yang membuka kembali kesempatan bagi seniman lokal di Kutai Kartanegara untuk tampil dan diakui.

Festival ini menghadirkan deretan band dan penampil seni dari berbagai desa, menjadikan kecamatan sebagai pusat perayaan seni. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari strategi pemerataan akses panggung bagi pelaku seni. “Kita ingin ruang seni ini tak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menjangkau semua lapisan,” ujarnya.

Arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Kukar menjadi landasan pelaksanaan agenda ini. Koba Fest II memberi kesempatan bagi talenta yang selama ini terpendam untuk tampil di panggung besar, mulai dari pertunjukan tari, musik akustik, hingga band pemula. “Salah satu contohnya, grup band dari Desa Melintang tampil untuk pertama kalinya dan itu jadi momen yang sangat berarti bagi mereka,” kata Arianto.

Ajang seperti ini menjadi bukti bahwa potensi seni di pedesaan tak kalah dengan perkotaan. Banyak musisi dan seniman lokal memiliki kemampuan yang layak mendapat perhatian, namun minim kesempatan. Melalui Koba Fest, mereka tidak hanya tampil, tetapi juga merasakan atmosfer pertunjukan profesional yang membangun kepercayaan diri.

Dispar Kukar menargetkan agar event serupa digelar secara rutin di seluruh kecamatan. “Kami sudah siapkan rencana agar setiap bulan ada event seni di kecamatan berbeda. Dari 20 kecamatan, semua akan mendapat giliran,” jelas Arianto. Ia menegaskan, pemerataan ini menjadi kunci membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Selain sebagai hiburan, Koba Fest juga diharapkan menjadi investasi sosial dan budaya, memperkuat kolaborasi komunitas seni di Kukar. Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Loa Janan pada awal Juli, dengan musisi daerah tetap menjadi bintang utama di panggung. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Arianto

dinas pariwisata kukar

Dispar Kukar

disparekraf kaltim

Kecamatan Kota Bangun

Kota Bangun

Pariwisata