Koperasi TKBM Muara Berau Asli Resmi Diluncurkan, Warga Pesisir Kukar Siap Ambil Peran di Tanjung Santan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala KUPP Tanjung Santan Abdul Wahid memotong tumpeng dalam syukuran peluncuran Koperasi TKBM Muara Berau Asli di Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Rabu (6/8/2025). (Bobby Lolowang/Sisikota.com)


Marangkayu, SISIKOTA.COM - Di Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, harapan warga pesisir yang selama ini hanya menjadi penonton aktivitas bongkar muat di laut depan mata mereka akhirnya menemukan bentuk konkret. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Muara Berau Asli resmi dideklarasikan untuk beroperasi di Pelabuhan Tanjung Santan, membuka jalan bagi ratusan tenaga kerja lokal agar terlibat langsung dalam rantai logistik maritim.

Koperasi ini bukan lahir dalam semalam. Sejak 2020, proses pendiriannya melewati berbagai dinamika, hingga pada 2025, dukungan formal dari pemerintah pusat hingga daerah akhirnya mengalir. Peluncuran koperasi ini sekaligus menjadi perayaan perjuangan panjang warga yang mendambakan akses yang adil terhadap peluang kerja di wilayah pesisir.

Ketua panitia peluncuran, Anwar, menyebut bahwa koperasi ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja dari berbagai kecamatan. Sebanyak 250 pekerja akan dilibatkan pada tahap awal, dengan prioritas berasal dari Semangko, Muara Badak, dan Marangkayu. Sekitar 70 di antaranya merupakan warga lokal Desa Semangko. “Awalnya ini hanya gagasan kecil dari kami pengurus. Tapi tujuannya jelas: agar pengangguran di pesisir bisa terantisipasi, meskipun belum 100 persen,” ujarnya.

Dukungan dari pemerintah desa turut menguatkan legitimasi koperasi ini. Kepala Desa Semangko, Ansar K., menegaskan bahwa koperasi ini adalah hasil kerja bersama yang menuntut pengorbanan banyak pihak. “Perjuangan ini sudah sejak lima tahun lalu. Kini, koperasi ini bisa jadi ruang bagi anak-anak kita untuk menyalurkan bakat dan skill-nya,” kata Ansar. Ia menambahkan, keanggotaan koperasi tetap dibuka bagi desa-desa tetangga, namun harus tunduk pada aturan yang telah ditetapkan.

Camat Marangkayu yang diwakili Martina juga menyampaikan harapannya agar koperasi ini benar-benar memberi ruang prioritas bagi tenaga kerja lokal. Ia menilai kehadiran TKBM Muara Berau Asli akan memperkuat struktur pelabuhan di kawasan pesisir timur Kukar.

Senada, Kasi Trantib Kecamatan Muara Badak, Hasyim, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola koperasi secara profesional. “Koperasi itu akan hidup kalau SDM-nya siap. Banyak koperasi gagal karena tidak dijalankan dengan manajemen yang rapi,” ujarnya.

Pihak keamanan pun menyuarakan dukungan. Kapolsek Marangkayu, M. Risal, menyoroti pentingnya menjaga stabilitas lingkungan kerja. “Kami harap pekerja bisa saling jaga. Jangan lupa juga komunikasi dengan keluarga, karena kerja jarak jauh sering memicu emosi jika tidak dikomunikasikan dengan baik,” katanya. Ia juga membuka layanan SKCK bagi calon tenaga kerja yang membutuhkan.

Dari sisi regulasi pelabuhan, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Santan, Abdul Wahid, menyebut koperasi ini telah memenuhi ketentuan hukum dan terverifikasi resmi. “Kami bertugas mengawasi dan menjamin operasional bongkar muat berjalan sesuai ketentuan. Koperasi ini akan kami evaluasi secara berkala agar tetap profesional,” jelas Wahid.

Ia menambahkan, pembentukan koperasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem logistik nasional, di mana pelabuhan Tanjung Santan merupakan titik strategis dalam jaringan perairan Kalimantan Timur. “Kami berharap koperasi ini mampu menjadi pilar ekonomi lokal dan berkontribusi nyata bagi Marangkayu dan Muara Badak,” tutupnya. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

Kecamatan Marangkayu

Kukar

Kutai Kartanegara