Kategory
Info Daerah,
04-11-2025 10:51:52
Petugas Sat Polairud Polres Kutai Kartanegara bersama TNI AL mengevakuasi jenazah korban temuan di perairan Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Minggu (2/11/2025) malam. (Istimewa)
Anggana, SISIKOTA.COM – Evakuasi jenazah di perairan Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Minggu (2/11/2025), memperlihatkan betapa kompleksnya operasi kemanusiaan di wilayah pesisir Kutai Kartanegara. Butuh delapan jam bagi tim gabungan untuk mengevakuasi satu jenazah laki-laki yang ditemukan mengapung oleh awak kapal di jalur pelayaran lokal.
Korban diketahui berasal dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ia ditemukan oleh nahkoda kapal TB Laksamana Rabbani sekitar pukul 12.00 Wita, dalam posisi tertelungkup di tengah perairan. Laporan segera diteruskan ke Sat Polairud Polres Kukar dan Pos TNI AL Anggana.
Tim patroli gabungan bergerak dengan kapal BKO KP. XII-2019. Arus pasang dan jarak tempuh memperlambat proses hingga jenazah baru tiba di Pelabuhan Anggana sekitar pukul 20.30 Wita. Di pelabuhan, petugas terlihat menyiapkan tandu dan kantong jenazah sebelum proses pemindahan ke ambulans Puskesmas Anggana.
Kasat Polairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, menyebut operasi tersebut melibatkan banyak pihak. “Begitu laporan diterima, tim langsung kami gerakkan bersama unsur TNI AL dan relawan untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan cepat,” ujarnya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda untuk proses identifikasi. Tim forensik menyebut tubuh korban sudah dalam kondisi lisis sehingga sulit dikenali. Identitas akhirnya dipastikan melalui tanda tato di lengan kiri dan kaki kanan, serta jam tangan hitam yang masih melekat. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau patah tulang.
Kasus seperti ini mencerminkan tantangan wilayah pesisir Kukar yang menjadi lintasan aktivitas ekonomi antarprovinsi. Banyak warga dari luar daerah bekerja di kapal-kapal kecil, pelayaran lokal, dan industri perairan tanpa sistem pelindung yang memadai.
Evakuasi jenazah bukan sekadar operasi teknis, tetapi juga bagian dari sistem tanggap darurat yang menuntut kesiapan lintas lembaga di lapangan. “Kami tidak hanya menjaga perairan dari gangguan keamanan, tapi juga hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan kapan pun dibutuhkan,” kata AKP Benedict.
Jenazah korban dijadwalkan diterbangkan ke Makassar pada Senin (3/11/2025) untuk dimakamkan di kampung halamannya, didampingi pihak keluarga. (*)
Tags:
Kecamatan Anggana
sepatin
19 jam yang lalu
20 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu