Kategory
Info Daerah,
11-11-2025 09:44:37
Daun kratom yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan menjadi objek riset Universitas Mulawarman untuk pengembangan produk herbal berbasis sains dan keberlanjutan. (electricveg)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Kratom lama menjadi bahan perdebatan: tanaman bernilai ekonomi tinggi dari Kalimantan ini dipasarkan ke luar negeri, namun belum sepenuhnya diakui dalam regulasi nasional. Di tengah tarik-menarik kepentingan antara pelaku ekspor, pemerintah, dan aspek kesehatan, Universitas Mulawarman (UNMUL) mencoba mengambil posisi berbeda—menjadikan riset sebagai landasan arah kebijakan dan tata kelola industrinya.
Langkah itu diwujudkan lewat inisiatif University Management for Industry Academia Collaboration, yang menjembatani kemitraan UNMUL dengan Dewan Jamu Indonesia (DJI) dan Dwimitra Borneo Nusantara (DBN). Tujuannya bukan sekadar memperluas riset, tetapi memastikan hasilnya bisa diterapkan langsung dalam proses standarisasi dan hilirisasi produk kratom.
Pertemuan antara delegasi UNMUL dan Kementerian Perdagangan, Rabu (5/11/2025), menjadi titik awal kolaborasi ini. Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., memimpin rombongan yang diterima Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. Turut hadir pejabat Kementerian Perdagangan dan pimpinan Dewan Jamu Indonesia, membahas arah kebijakan ekspor kratom serta potensi penguatan riset bahan alam Indonesia.
Pembahasan berfokus pada regulasi ekspor-impor yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), serta perlunya skema kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan tata kelola kratom nasional yang berbasis sains dan keberlanjutan, bukan semata logika komoditas.
“Isu kratom menantang kita untuk menata keseimbangan antara ekonomi dan nilai kemanusiaan,” kata Prof. Abdunnur. Ia menilai peran universitas tidak berhenti pada laboratorium, tetapi harus menuntun praktik industri agar tetap berpijak pada keadilan sosial dan keberlanjutan alam.
Sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur, UNMUL berupaya memperluas kontribusinya dalam riset terapan yang berdampak langsung pada masyarakat. Melalui model kolaboratif ini, kampus ingin menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan kebijakan dan pasar—sebuah jembatan yang selama ini sering terputus dalam dunia akademik Indonesia.
Pertemuan di Jakarta itu menjadi awal dari peran baru kampus daerah dalam isu industri berbasis sumber daya alam. Bukan sekadar mendukung ekspor, tapi menegaskan bahwa nilai ekonomi kratom harus berjalan seiring dengan tanggung jawab ilmiah dan etika lingkungan. (*)
Tags:
kratom
universitas mulawarman
Unmul
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu