Kategory
Info Daerah,
08-07-2025 22:19:33
Pengunjung mengamati koleksi dan panel informasi Warisan Budaya Tak Benda yang ditampilkan Disdikbud Kukar dan Museum Kayu Tuah Himba pada Pekan Kebudayaan Daerah Kaltim 2025 di GOR Segiri Samarinda. (Dok Disdikbud Kaltim)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Di antara keramaian stan pameran Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kalimantan Timur 2025, satu sudut mencuri perhatian: sebuah lesong tua berdampingan dengan gambus khas Kutai. Tak sekadar pajangan, keduanya mewakili jejak budaya tak benda yang diusung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara. Hasilnya, Kukar berhasil membawa pulang juara ketiga dalam ajang tahunan itu.
Pekan Kebudayaan Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Timur (PKD Kaltim) yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda pada 19–21 Juni 2025 menjadi panggung selebrasi budaya dari berbagai kabupaten/kota. Tahun ini, Kukar mengusung kekuatan warisan budaya tak benda (WBTB) melalui partisipasi Museum Kayu Tuah Himba.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kukar, M. Saidar—yang akrab disapa Deri—mengungkapkan bahwa stan Kukar menampilkan dua unsur budaya utama: lesong untuk baham dan gambus, yang keduanya telah ditetapkan sebagai bagian dari WBTB.
“Alhamdulillah, kami dari Museum Kayu turut berpartisipasi. Yang kami tampilkan adalah kegiatan yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, salah satunya lesong untuk baham yang dipadukan dengan gambus,” terang Deri, Selasa (8/7/2025).
Keduanya tidak hanya dipamerkan sebagai benda, tetapi juga disajikan dengan narasi kontekstual yang menggambarkan nilai dan fungsi budayanya dalam kehidupan masyarakat Kutai. Menurut Deri, pendekatan otentik inilah yang membuat Kukar meraih posisi ketiga dalam kompetisi antar daerah tersebut.
“Keunggulan kami karena menampilkan objek yang sesuai tema, yaitu WBTB yang sudah resmi ditetapkan. Kami hadirkan apa adanya, sesuai nilai budaya yang melekat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari promosi edukatif, tim dari Disdikbud Kukar juga membagikan buku-buku cetak kebudayaan kepada pengunjung. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemahaman publik, terutama generasi muda, tentang kekayaan budaya lokal.
Selain perwakilan dari Museum Kayu Tuah Himba, Kukar juga diwakili oleh komunitas budaya dari Pekan Taka yang turut berpartisipasi dalam pameran, memperkuat representasi daerah dalam ajang kebudayaan ini.
Keikutsertaan Kukar menjadi penegas konsistensi pemerintah daerah dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal, sejalan dengan tema PKD 2025: “Menjaga Warisan Bhinneka, untuk Harmoni Pilar Budaya Kaltim.” (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu