Kategory
Info Daerah,
19-07-2025 13:20:00
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono bersama jajaran perangkat daerah, tenaga ahli ITB, dan perwakilan komunitas tani saat deklarasi peluncuran program Sekolah Pemberdayaan di Aula Pendopo Bupati, Kamis (17/7/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Deretan meja dengan taplak biru rapi tertata di Aula Pendopo Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (17/7/2025). Di hadapan para undangan yang sebagian besar mengenakan batik biru khas ASN Kukar, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara meresmikan program Sekolah Pemberdayaan — sebuah inisiatif yang menggabungkan keahlian akademik dan praktik lapangan untuk meningkatkan kapasitas petani, peternak, dan nelayan.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, membuka deklarasi peluncuran program bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan HM Taufik serta Kepala Dinas Perikanan Muslik. Program ini merupakan kolaborasi Pemkab Kukar dengan Yayasan Karya Bakti Bumi Indonesia (YKBBI), yang melibatkan 13 tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membimbing peserta selama tujuh bulan penuh.
Menurut HM Taufik, pembelajaran akan dilakukan langsung di lapangan agar peserta memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan usaha mereka. “Ada pendampingan pola pikir, perencanaan usaha, sampai praktik lapangan. Kami ingin peserta tidak hanya paham teori, tapi juga terampil di lapangan,” ujarnya.
Program ini dijalankan di tiga sekolah berbasis komunitas tani: Sekolah Peternakan Rakyat Jaya Makmur Bersama Muara Badak, Sekolah Perikanan Rakyat Rumina Loa Kulu, dan Sekolah Pertanian Rakyat Loa Kulu Maju Sejahtera. Masing-masing sekolah akan didampingi tiga tenaga ahli, yang bekerja dalam tim beranggotakan sembilan orang.
Manajer Program YKBBI, Tollaal Badru, menjelaskan bahwa materi pembelajaran disusun seimbang: 45 persen fokus pada pertanian, 35 persen pada bisnis kolektif, dan 20 persen pada teknik produksi. “Materi utamanya manajemen usaha, teknik produksi, dan strategi pemasaran. Target akhirnya terbentuk koperasi usaha bersama yang mandiri dan kuat,” ungkapnya.
Program ini dikhususkan untuk petani, peternak, dan nelayan muda yang sudah aktif berusaha, bukan untuk pemula. Harapannya, peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan usaha, dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok. “Kami ingin pelaku usaha bisa naik kelas, lebih kompeten, dan produktif,” tegas HM Taufik. (nur/adv)
Tags:
pendopo bupati kukar
Pertanian
Sekda Kukar
Sunggono
sunggono sekda kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu