Kategory
Info Daerah,
12-09-2025 12:40:56
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan pers usai panen demplot padi di Tenggarong, usai Kukar ditetapkan masuk 3 besar nasional Indeks Ketahanan Pangan 2025. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sejarah baru dalam sektor pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menempatkan Kukar di peringkat ketiga terbaik Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan skor 86,50. Prestasi ini menempatkan Kukar sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang masuk 10 besar nasional, melampaui ribuan kabupaten dan kota lain di Indonesia. Posisi pertama diraih Kabupaten Badung (Bali) dan kedua Kota Payakumbuh (Sumbar), namun Kukar tampil menonjol berkat konsistensi dalam transformasi pertanian modern yang berbasis data dan teknologi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi tonggak penting untuk masa depan. “Ini bukan hanya penghargaan untuk kami, tapi juga bendera kebanggaan bagi Kaltim, dan sekaligus motivasi besar untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan jaman now, berbasis teknologi dan generasi muda,” ujarnya saat menghadiri panen demplot padi di Tenggarong, Jumat (12/9/2025).
Data menunjukkan, Kukar memiliki 13.500 hektare lahan baku sawah, menyumbang hampir 40 persen dari total kebutuhan pangan Kalimantan Timur. Dengan kontribusi sebesar itu, Kukar menjadi penopang utama pasokan pangan provinsi. Prestasi ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, yang menyediakan berbagai sarana modern seperti mesin panen otomatis, irigasi tetes, hingga perangkat pemupukan digital bagi kelompok tani (Gapoktan).
Meski demikian, tantangan nyata masih membayangi. Salah satunya adalah minimnya keterlibatan petani muda. Menurut Aulia, pertanian perlu diposisikan sebagai profesi yang menarik dan menguntungkan. “Dengan teknologi, kita bisa tingkatkan hasil per hektare, kurangi tenaga kerja, dan buka peluang usaha baru bagi anak muda,” tegasnya.
Untuk menjawab persoalan itu, Kukar kini menggulirkan program Pertanian Digital Generasi Muda. Program ini mencakup pendidikan teknologi pertanian di sekolah, akses kredit mikro digital, hingga e-marketplace untuk memasarkan hasil pertanian langsung ke konsumen. Dengan demikian, pertanian di Kukar diarahkan tidak hanya sebatas kegiatan bercocok tanam, melainkan juga sebagai ekosistem inovasi yang menopang ekonomi daerah dan keberlanjutan pangan nasional.
“Dengan dukungan teknologi dan peran generasi muda, Kukar kini bukan hanya lumbung pangan, tapi lumbung pangan jaman now,” tutup Aulia. (nur/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu