Kukar Masuk 20 Besar Nasional Soal Arsip, Nomor 1 di Kaltim

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau pameran arsip sejarah yang menampilkan dokumentasi perjalanan daerah di Gedung Perpustakaan Daerah Tenggarong. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Dari ratusan daerah di Indonesia, Kutai Kartanegara masuk 20 besar dalam pengelolaan arsip. Di tingkat Kalimantan Timur, Kukar bahkan menempati posisi pertama.

Capaian ini mencerminkan bagaimana pemerintah daerah mengelola dokumen penting, mulai dari kebijakan hingga rekam jejak pembangunan, yang menjadi bagian dari memori dan dasar pengambilan keputusan di daerah.

Untuk membuka akses publik terhadap arsip tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar pameran kearsipan di Aula Gedung Perpustakaan Daerah, Kamis (9/4/2026).

Pameran ini menyajikan perjalanan Kukar dalam lima zona tematik yang disusun seperti alur waktu. Pengunjung diajak menelusuri masa kesultanan, era kolonial, pembentukan daerah otonomi, hingga perkembangan arsip modern dan digital.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pengelolaan arsip yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga jejak sejarah daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah mengelola arsip dengan baik,” ujarnya.

Pada zona kolonial, misalnya, ditampilkan dokumentasi yang menggambarkan aktivitas pertambangan, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat di masa lalu. Sementara itu, pengunjung juga dapat melihat dokumen penting seperti arsip pembentukan daerah otonomi Kutai Kartanegara.

Selain arsip konvensional, pameran ini juga menampilkan perkembangan digitalisasi arsip, termasuk foto, video, dan film dokumenter yang merekam perubahan daerah dari waktu ke waktu.

Arsip yang ditampilkan tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga menunjukkan bagaimana proses pembangunan yang berlangsung saat ini akan menjadi bagian dari sejarah di masa mendatang.

Pameran ini dibuka untuk umum selama dua hari di Gedung Perpustakaan Daerah Tenggarong. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

arsip daerah