Kategory
Info Daerah,
14-04-2026 13:32:31
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI bersama jajaran Kesultanan dan sivitas akademika Universitas Mulawarman berfoto usai pertemuan yang membahas kerja sama strategis, termasuk wacana penguatan status daerah Kutai Kartanegara. (Istimewa)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Wacana menjadikan Kutai Kartanegara sebagai daerah istimewa mulai dibahas dalam kunjungan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI ke Universitas Mulawarman (UNMUL), Kamis (9/4/2026). Arah tersebut muncul melalui rencana penyusunan naskah akademik yang akan mengkaji aspek historis, yuridis, dan sosiologis sebagai dasar penguatan status daerah.
Pembahasan itu mengemuka dalam pertemuan antara pihak Kesultanan Kutai Kartanegara dan sivitas akademika UNMUL. Selain menjadi kunjungan perdana Sultan ke lingkungan kampus, pertemuan ini juga diarahkan pada kerja sama strategis yang melampaui agenda seremonial.
Rektor UNMUL, Prof. Abdunnur, menyebut keterlibatan kampus dalam penyusunan kajian tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam melihat posisi Kutai Kartanegara di tengah perubahan kawasan Kalimantan Timur, khususnya dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi awal penguatan hubungan antara institusi pendidikan dan kesultanan yang memiliki peran penting dalam sejarah daerah,” ujarnya.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah penyusunan naskah akademik untuk mendukung penguatan status keistimewaan Kutai Kartanegara. Kajian ini dirancang melibatkan pendekatan lintas disiplin guna memperkuat landasan hukum dan historis.
Selain itu, muncul pula usulan pembentukan pusat studi khusus yang berfokus pada kajian adat, budaya, dan peran Kesultanan Kutai dalam perkembangan masyarakat Kalimantan Timur.
Kepala Kantor Staf Kesultanan, Pangeran Hario Noto Negoro, menegaskan bahwa nilai adat dan sistem hukum tradisional yang dimiliki Kutai menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memiliki relevansi dalam konteks pembangunan daerah saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan Kutai menyampaikan harapannya agar UNMUL dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya.
Pembahasan ini juga menyoroti posisi Kutai Kartanegara dalam konteks yang lebih luas, terutama dengan berkembangnya kawasan IKN. Sinergi antara kampus dan kesultanan dinilai menjadi salah satu langkah untuk memastikan pembangunan daerah tetap berpijak pada nilai sejarah dan identitas lokal.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi lanjutan yang mengarah pada langkah konkret kerja sama ke depan, termasuk pengembangan kajian akademik dan penguatan peran budaya dalam pembangunan Kalimantan Timur. (*)
Tags:
kesultanan kutai kartanegara
Sultan Kutai
sultan kutai kartanegara
universitas mulawarman
Unmul
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu