Kategory
Info Daerah,
15-12-2025 21:41:35
Atlet, pelatih, dan official Kurash Kutai Kartanegara berfoto bersama usai memastikan juara umum babak kualifikasi Porprov Kalimantan Timur 2026 di Sangatta, 10–14 Desember 2025, dengan torehan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu. (Istimewa)
Sangatta, SISIKOTA.COM - Di tengah jadwal pertandingan yang padat dan keterbatasan sarana latihan, satu demi satu atlet Kurash Kutai Kartanegara naik ke arena di Sangatta. Mereka bertanding bukan sekadar mengejar tiket Porprov, tetapi mempertaruhkan konsistensi latihan yang dijalani dalam senyap. Hasilnya terukur. Kutai Kartanegara keluar sebagai juara umum babak kualifikasi Porprov Kalimantan Timur 2026 cabang olahraga kurash.
Kejuaraan yang berlangsung pada 10–14 Desember 2025 itu menempatkan Kutai Kartanegara di puncak klasemen perolehan medali. Total sembilan medali berhasil dibawa pulang, terdiri dari enam emas, satu perak, dan dua perunggu. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah peserta lainnya.
Enam medali emas disumbangkan oleh Syarif Asfianur di kelas -66 kilogram putra, Reza Fauzan R kelas -81 kilogram putra, Elyas Riski Saputra kelas +90 kilogram putra, serta tiga atlet putri yakni Basira Anwar kelas -48 kilogram, Aulia Nur Saputri kelas -52 kilogram, dan Wulan Winarti kelas -57 kilogram. Sementara satu medali perak diraih Elfia Nadya Sofia di kelas -70 kilogram putri. Dua medali perunggu masing-masing diperoleh Nur Handayani kelas -63 kilogram putri dan Mughni kelas -60 kilogram putra.
Rangkaian kemenangan itu memastikan Kurash Kutai Kartanegara tidak hanya lolos kualifikasi, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat jelang Porprov Kalimantan Timur 2026 di Paser. Performa atlet yang merata di hampir semua kelas menjadi penanda kesiapan tim, meski diakui masih dihadapkan pada keterbatasan pendukung.
Perwakilan atlet Kurash Kutai Kartanegara, Harry JK, menyebut pencapaian ini lahir dari kerja kolektif yang dijalani bersama dalam kondisi yang tidak selalu ideal. “Kami mengucapkan terima kasih kepada manajer, pelatih, dan official yang sudah berjuang bersama kami di tengah keterbatasan finansial dan sarana olahraga,” ujarnya.
Harry juga menyampaikan harapan agar cabang olahraga kurash mendapat perhatian lebih ke depan. Menurutnya, agenda terdekat seperti PON Bela Diri dan Porprov Kalimantan Timur 2026 membutuhkan persiapan yang lebih matang dan dukungan yang berkelanjutan dari pemangku kebijakan. “Kami berharap kurash bisa lebih diperhatikan oleh DISPORA dan KONI, terutama untuk persiapan event besar ke depan,” katanya.
Babak kualifikasi Porprov di Sangatta pun ditutup dengan kepastian posisi Kurash Kutai Kartanegara sebagai juara umum, sekaligus mengamankan langkah menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 dengan modal prestasi yang konkret dan terukur. (*)
Tags:
Kurash kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu