Kategory
Info Daerah,
25-04-2026 17:42:11
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Kamis (Harry/sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong mengalami over kapasitas setelah jumlah warga binaan jauh melampaui daya tampung yang tersedia. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyatakan perluasan fasilitas yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran akan dilanjutkan dan dituntaskan pada tahun depan.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan hal itu saat meninjau langsung kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong dalam rangka peringatan Hari Kartini. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat sarana-prasarana serta proses pembinaan warga binaan.
“Pertama kita ingin melihat sarana-prasarana yang ada di lapas ini, kedua melihat proses pembinaan. Dari situ kita bisa mengoptimalkan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data yang ada, kapasitas ideal lapas tersebut sekitar 135 orang. Namun jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 359 orang, sehingga kondisi hunian dinilai sudah jauh melebihi batas ideal.
Pemkab Kukar sebelumnya telah membantu pembangunan sebagian fasilitas di lapas tersebut melalui anggaran daerah. Namun kelanjutan proyek belum dapat dilaksanakan tahun ini karena penyesuaian dan efisiensi anggaran.
“Kita berjanji untuk menyelesaikan itu di tahun depan, insya Allah bisa direalisasikan,” kata Aulia.
Selain perluasan bangunan, pemerintah daerah juga menyoroti infrastruktur lain yang perlu segera ditangani, termasuk kondisi tembok lapas yang membutuhkan perbaikan.
Di sisi lain, Aulia mengapresiasi program pembinaan yang berjalan di dalam lapas. Ia menilai warga binaan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai pelatihan keterampilan.
“Proses pembinaan di sini sudah sangat baik. Warga binaan terlihat antusias mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemkab Kukar juga berkomitmen membantu penyediaan sarana usaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Bantuan yang disiapkan antara lain mesin jahit, peralatan memasak, hingga perlengkapan salon.
Namun bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga binaan yang ber-KTP Kutai Kartanegara karena bersumber dari APBD Kukar.
“Harapannya setelah keluar dari sini, mereka punya keterampilan dan bisa mandiri. Bahkan bisa menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat, bukan menjadi beban,” tuturnya.
Pemkab Kukar berharap penambahan fasilitas dan penguatan program pembinaan dapat memperbaiki kondisi hunian lapas sekaligus memberi bekal yang cukup bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (rry)
Tags:
Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu