Lapisan Gambut Muara Leka Disebut Lebih dari 7 Meter, Pemadaman Darat Dinilai Tak Cukup

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Muara Leka, Kutai Kartanegara (Kukar), dinilai telah berada di luar kemampuan penanganan pemerintah daerah jika hanya mengandalkan pemadaman darat.

Pemerintah Kabupaten Kukar pun mengusulkan bantuan pemadaman dari udara atau water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan salah satu tantangan penanganan di Muara Leka adalah lapisan gambut yang disebut memiliki ketebalan lebih dari tujuh meter.

“Kedalaman gambutnya sampai di atas tujuh meter, sementara kalau yang di Sangasanga kemarin sekitar tiga meter,” ujar Sunggono saat ditemui di DPRD Kukar, Jumat (4/9/2026).

Angka lebih dari tujuh meter tersebut merujuk pada ketebalan lapisan gambut yang disampaikan Sunggono, bukan kedalaman api. Ia tidak merinci metode pengukuran maupun kedalaman aktual kebakaran di bawah permukaan.

Menurut Sunggono, kondisi karhutla di Muara Leka menjadi salah satu kasus yang diusulkan mendapat bantuan water bombing karena pemadaman darat dinilai tidak lagi mencukupi.

“Kecuali keadaannya sangat luar biasa. Kebakaran di Muara Leka itu di antaranya yang kita usulkan karena sudah di luar kemampuan kita,” katanya.

Sementara itu, penanganan karhutla di Sangasanga telah memasuki tahap pendinginan. Tim di lapangan juga menggunakan cairan khusus yang digambarkan Sunggono menyerupai deterjen untuk membantu menangani api di bawah permukaan.

“Kalau di Sangasanga sudah dilakukan pendinginan. Sekarang yang sedang dioperasionalkan oleh teman-teman, kita mendapat cairan seperti deterjen. Itu sekarang dimobilisasi ke sana karena cairan tersebut disuntikkan ke bawah,” jelasnya.

Metode penyuntikan cairan ke bawah permukaan juga direncanakan dalam penanganan karhutla di Muara Leka. Namun, Pemkab Kukar tetap mengusulkan pemadaman udara karena kondisi di lokasi dinilai melampaui kemampuan penanganan darat.

Sunggono mengatakan water bombing merupakan dukungan yang pengerahannya berada di bawah kewenangan BNPB. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Pelaksana BPBD Kukar, bantuan tersebut umumnya diperuntukkan bagi kebakaran yang melintasi atau berada di antara dua wilayah kabupaten dan kota.

“Informasi yang saya dapat dari Kepala Pelaksana BPBD, water bombing itu hanya diperuntukkan bagi kondisi yang berada di antara dua kabupaten/kota atau di dua wilayah. Misalnya kemarin terjadi di antara Samarinda dengan Kutai Kartanegara, itu mereka yang tangani. Tetapi kalau baru terjadi di satu wilayah kabupaten atau kota saja, belum bisa,” ungkapnya.

Meski demikian, bantuan pemadaman udara tetap dapat diusulkan untuk kebakaran dalam satu wilayah apabila kondisinya dinilai luar biasa dan tidak mampu lagi ditangani menggunakan sumber daya daerah.

Pemkab Kukar sedang menyiapkan surat permohonan kepada BNPB. Hingga keterangan tersebut disampaikan, pemerintah daerah belum memperoleh tanggapan mengenai kemungkinan pengerahan water bombing ke Muara Leka.

“Sekarang kita buatkan suratnya. Kita belum mendapat respons,” kata Sunggono. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Sunggono

sunggono sekda kukar