Kategory
Info Daerah,
21-07-2026 19:00:53
Petugas melakukan pendinginan pada puing bangunan yang terbakar di Jalan Belida, RT 7, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Senin malam, 20 Juli 2026. Sedikitnya lima bangunan terdampak dalam kejadian tersebut. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Kebakaran melanda permukiman di Jalan Belida, RT 7, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin malam, 20 Juli 2026. Sedikitnya lima bangunan terdampak, sebagian besar merupakan rumah kos.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran dan nilai kerugian masih dalam penyelidikan serta pendataan pihak berwenang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara Fida Hurasani mengatakan petugas menerima laporan ketika kobaran api telah membesar di bagian tengah permukiman.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.30 WITA. Waktu awal munculnya api masih perlu disesuaikan dengan laporan resmi kejadian.
“Setibanya di lokasi, api sudah membakar sekitar lima bangunan atau lima atap. Sebagian bangunan merupakan rumah kos, sehingga dalam satu atap terdapat dua hingga tiga pintu,” kata Fida.
Jumlah unit hunian dan warga yang terdampak masih dalam pendataan. Sebab, satu bangunan kos dapat digunakan oleh lebih dari satu keluarga atau penyewa.
Menurut Fida, petugas langsung melakukan penyekatan dari sisi kiri, kanan, dan belakang lokasi agar kobaran tidak menjalar ke permukiman yang lebih luas.
Api dapat dilokalisasi dalam waktu sekitar satu jam setelah proses pemadaman dilakukan.
“Kurang lebih dalam waktu satu jam api sudah berhasil kami sekat. Penyebaran api ke sisi kiri, kanan, dan belakang berhasil dihentikan sehingga tidak meluas ke bangunan lain,” ujarnya.
Proses pemadaman menghadapi dua kendala utama, yakni akses gang yang sempit dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut membuat penempatan armada harus diatur di beberapa titik. Petugas juga mengandalkan mobil tangki untuk menjaga pasokan air selama pemadaman.
“Kondisi gang yang sempit membuat penempatan armada harus diatur dengan cermat. Kendala utama lainnya adalah keterbatasan sumber air, sehingga kami mengandalkan pasokan dari mobil tangki,” kata Fida.
Ia mengatakan dua unit pertama diterjunkan untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah api dipastikan telah membesar, bantuan armada tambahan segera dikerahkan.
Petugas kemudian membagi posisi armada agar pemadaman tidak hanya terpusat pada satu sisi.
“Prioritas kami adalah menghentikan penyebaran api secepat mungkin,” ujarnya.
Di tengah proses pemadaman, petugas sempat menerima informasi bahwa seorang anak masih berada di kawasan yang terbakar.
Informasi tersebut kemudian diperiksa bersama Ketua RT dan pihak keluarga. Fida memastikan seluruh warga telah keluar dan tidak ada anak yang tertinggal di dalam bangunan.
“Setelah kami pastikan bersama Ketua RT dan pihak keluarga, informasi tersebut tidak benar. Seluruh warga dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa,” katanya.
Bangunan yang terbakar sebagian besar berkonstruksi kayu sehingga api cepat membesar. Petugas melanjutkan pendinginan setelah kobaran utama berhasil dikuasai.
Hingga Selasa dini hari, penyebab kebakaran belum dipastikan. Aparat berwenang masih melakukan pemeriksaan, sedangkan pemerintah setempat mendata bangunan, penghuni, dan kebutuhan warga terdampak.
Kebakaran ini terjadi beberapa hari setelah tujuh rumah terbakar di Jalan Al-Jawahir, Kelurahan Baru, Tenggarong, pada Jumat dini hari, 17 Juli 2026. (rry)
Tags:
kasus kebakaran
Kebakaran
kebakaran tenggarong
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu