Kategory
Info Daerah,
15-09-2026 18:14:31
Suasana rapat final persiapan Erau Adat Kutai 2026 di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, Selasa (15/9/2026). Pemkab Kukar bersama Kesultanan dan pihak terkait membahas kesiapan acara, termasuk mitigasi gangguan listrik, air bersih, serta pemantauan kualitas udara. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Lima hari menjelang pembukaan Erau Adat Kutai 2026, Pemkab Kukar menyiapkan skenario menghadapi potensi gangguan listrik dan air bersih serta memantau kualitas udara di tengah kondisi kekeringan.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan langkah antisipasi diperlukan karena dampak kekeringan turut memengaruhi layanan listrik dan air bersih di sejumlah wilayah.
“Memang harus kita akui, dengan adanya bencana kekeringan ini, listrik dan PDAM juga ikut terganggu,” kata Aulia seusai memimpin rapat final persiapan Erau di Kedaton Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).
Menurut Aulia, Pemkab Kukar telah menyusun sejumlah skenario agar gangguan layanan tidak menghambat pelaksanaan Erau. Perusahaan air minum daerah, Bagian Umum Pemkab Kukar, dan Kesekretariatan Kesultanan juga telah dilibatkan dalam persiapan tersebut.
“Untuk kegiatan Erau, kita harus melakukan mitigasi sejak awal. Karena itu, kita sudah mempersiapkan Plan A, Plan B, Plan C, Plan D, bahkan rencana-rencana lainnya. Misalnya ketika terjadi mati lampu dan lain sebagainya, kita sudah menyiapkan apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Aulia belum memerinci bentuk setiap skenario tersebut. Namun, ia memastikan potensi gangguan listrik dan kebutuhan air telah masuk dalam pembahasan menjelang pembukaan Erau.
Selain layanan dasar, Pemkab Kukar memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pemantauan diperlukan untuk menentukan kelayakan pelaksanaan kegiatan luar ruang.
“Untuk tempat sejauh ini tidak ada kendala. Kami juga masih memonitor ISPU, bagaimana kualitas udara di tempat kita,” ujarnya.
Aulia mengatakan pelaksanaan kegiatan akan disesuaikan apabila kualitas udara dinilai tidak memungkinkan. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir yang diterimanya, kegiatan di luar ruangan masih dapat dilaksanakan.
Rangkaian utama Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-242 pada 28 September 2026, sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi Disdikbud Kukar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Heriansyah, mengatakan persiapan fisik untuk rangkaian sakral Erau telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah kegiatan pra-Erau juga telah berjalan, termasuk ziarah ke makam para raja dan sultan di kompleks Museum Mulawarman serta Kutai Lama.
“Kalau persiapan secara fisik untuk kegiatan sakral sudah hampir 90 persen. Bahkan pra-Erau, Ayahanda Sultan sudah melakukan beberapa rangkaian acara,” ungkap Heriansyah.
Erau tahun ini juga masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026. Menurut Heriansyah, status tersebut membawa sejumlah standar tambahan dalam penyelenggaraan, mulai dari pengelolaan sampah, mitigasi risiko, akses informasi bagi pengunjung, hingga pengukuran dampak ekonomi terhadap UMKM.
“Apabila dalam proses pelaksanaan terjadi bencana, harus dibuat mitigasi risiko. Yang ketiga, bagaimana efek dari pelaksanaan Erau ini juga berdampak pada UMKM kita. Itu harus bisa diukur,” katanya.
Ia menambahkan, informasi kegiatan perlu tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris agar dapat diakses pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara.
Dengan waktu persiapan yang tersisa, Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara mematangkan aspek teknis serta mitigasi risiko agar rangkaian Erau dapat berlangsung sesuai jadwal tanpa mengurangi nilai sakral adat yang dijalankan. (rry/bby)
Tags:
Erau
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu