Lima Situs Sejarah di Kota Juang Sudah Dilengkapi Barcode Informasi Digital

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Camat Sanga-Sanga Muhammad Dachriansyah saat menjelaskan program digitalisasi informasi sejarah melalui barcode di lima situs Kota Juang. (Kontributor Sisikota.com)


Sangasanga, SISIKOTA.COM - Upaya melestarikan sejarah perjuangan di Kecamatan Sangasanga kini memasuki babak baru dengan sentuhan teknologi digital. Pemerintah kecamatan meluncurkan inovasi Si Mata Pejuang, sistem barcode yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi sejarah hanya melalui ponsel mereka.

Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, menjelaskan bahwa tahap awal program ini telah diterapkan pada lima situs sejarah di Kota Juang. Dengan cara sederhana memindai barcode, masyarakat maupun wisatawan bisa langsung membaca informasi sejarah yang terhubung secara digital.

“Di setiap situs akan dipasang barcode, sehingga pengunjung dapat langsung mengakses informasi sejarah hanya dengan memindainya melalui aplikasi ponsel,” jelas Dachriansyah, Senin (15/9/2025).

Ia menegaskan, digitalisasi informasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat dalam memahami sejarah lokal dengan cara yang lebih akurat dan interaktif. Kehadiran teknologi juga diharapkan menjadi sarana edukasi generasi muda, agar tidak kehilangan jejak perjuangan yang pernah terjadi di Kota Juang.

“Sejauh ini baru lima situs yang sudah menggunakan sistem ini. Kami sudah mengajukan permohonan ke Dispar Kukar agar seluruh situs sejarah di Sangasanga bisa dilengkapi barcode, sehingga wisatawan lebih mudah mendapatkan informasi,” tambahnya.

Selain mengembangkan teknologi barcode, pemerintah kecamatan juga menyiapkan strategi pariwisata yang lebih luas. Dachriansyah menekankan pentingnya kesiapan fasilitas, atraksi, hingga layanan pendukung agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan.

“Jangan sampai mereka datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi justru merasa kecewa,” tegasnya.

Pemerintah Kecamatan Sangasanga bersama Dinas Pariwisata Kukar kini tengah menyusun rencana pembenahan sarana wisata, mulai dari infrastruktur, paket kunjungan edukatif, hingga program berbasis komunitas. Tujuannya, menjadikan Kota Juang bukan hanya destinasi sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran sekaligus rekreasi yang relevan dengan zaman.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dispar Kukar untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan wisata Kota Juang. Semua harus terukur agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah kita,” pungkas Dachriansyah. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

sangasanga