Loa Ipuh Catat Penurunan Angka Kemiskinan, Penataan Kawasan Kumuh Tetap Jadi Fokus

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, saat menyampaikan upaya penanganan kawasan kumuh bantaran Sungai Tenggarong yang menjadi penyumbang angka kemiskinan di kelurahannya. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di bantaran Sungai Mahakam di Tenggarong, wajah kumuh yang ditandai rumah padat tanpa tata ruang memadai dan sanitasi buruk masih menjadi bayangan bagi warga Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Kawasan ini bukan hanya menyisakan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi indikator utama tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menegaskan bahwa penataan kawasan bantaran sungai merupakan pekerjaan rumah bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). “PR kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah kabupaten saat ini adalah bagaimana sesegera mungkin merapikan kawasan kumuh yang ada di sepanjang bantaran Sungai Tenggarong. Karena kawasan tersebut menjadi salah satu indikator kenapa Kelurahan Loa Ipuh masuk kategori miskin,” ungkapnya.

Menurut Erri, kondisi sanitasi warga di bantaran sungai masih jauh dari standar kesehatan. Lingkungan yang tidak sehat berpotensi memunculkan persoalan sosial maupun masalah kesehatan yang semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat. Karena itu, dukungan Pemkab Kukar sangat dibutuhkan, khususnya melalui program bantuan infrastruktur dan peningkatan kualitas lingkungan. “Kami berharap pemerintah kabupaten bisa terus membantu warga yang benar-benar masuk dalam data kemiskinan agar taraf hidup mereka meningkat. Penataan lingkungan dan perbaikan sanitasi sangat penting untuk mengubah kondisi ini,” ujarnya.

Meski demikian, Erri menyebut bahwa angka kemiskinan di Loa Ipuh perlahan menurun. Hal ini didorong oleh pembaruan data indikator kemiskinan dan peran RT yang lebih selektif dalam menentukan kategori warga miskin. Namun ia menegaskan, perubahan pola pikir masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah. “Kita berharap masyarakat yang dikategorikan miskin itu bukan hanya yang meminta bantuan dari pemerintah. Saat ini pemerintah kelurahan terus mengedukasi warga untuk merubah mindset bahwa kita bukan masyarakat miskin atau dimiskinkan hanya karena meminta bantuan,” tegasnya. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

kecamatan tenggarong