Kategory
Info Daerah,
03-07-2025 10:11:05
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda. (Kontributor Sisikota.com)
Loa Janan, SISIKOTA.COM - Di tengah hiruk pikuk festival yang meriah, diskusi serius tetap menjadi inti dari Loa Janan Creative Fest 2025 yang digelar pada Rabu (2/7/2025). Festival ini bukan sekadar ajang unjuk karya, tetapi wadah pertemuan ide antara pemerintah kecamatan, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif.
“Komunikasi dengan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) terus kami perkuat. Data dan jejaring menjadi kunci agar program ekonomi kreatif tetap berjalan dan berkembang,” ujar Heri. Ia menilai forum diskusi dalam festival ini adalah bentuk nyata keseriusan pemerintah kecamatan menggali potensi kreatif di wilayahnya.
Menurut Heri, subsektor seni pertunjukan masih mendominasi kegiatan kreatif di Loa Janan, dengan hampir setiap desa memiliki kelompok seni aktif. Namun perkembangan baru mulai terlihat di subsektor lain, seperti seni rupa airbrush yang kini hadir di media kendaraan truk, melampaui batasan tahun lalu yang masih sebatas mural dinding. “Ini bukti kreativitas masyarakat semakin tumbuh dan mereka kian percaya diri mengekspresikan karya,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan ruang berekspresi bagi komunitas. Heri mengapresiasi Dinas Pariwisata Kukar atas dukungan yang memungkinkan komunitas menyelenggarakan festival secara mandiri. Target realistis, lanjutnya, adalah menggelar setidaknya satu event kreatif skala kecamatan setiap tahun sebagai wujud konsistensi pengembangan ekonomi kreatif.
Festival ini juga dirangkaikan dengan budaya Grebeg Suro, yang menurut Heri menjadi simbol penting pelestarian tradisi lokal di tengah perkembangan industri kreatif. Pelibatan budaya daerah, kata dia, adalah cara menjaga identitas lokal agar tetap relevan di era modern.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, turut memberikan dukungan penuh. Ia menilai sinergi komunitas dan pemerintah merupakan fondasi penting untuk menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami ingin Loa Janan dan kecamatan lain punya identitas kreatif masing-masing, yang bisa mengangkat ekonomi sekaligus budaya,” tegas Zikri.
Dengan kolaborasi yang terjalin erat, Loa Janan diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif yang berhasil memadukan potensi ekonomi dengan kekuatan budaya lokal, bahkan di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. (nur/adv)
Tags:
loa janan
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu