Kategory
Info Daerah,
27-05-2026 15:44:14
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau lapak bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah di Taman Literasi Loa Kulu, Selasa (26/5/2026). (Harry/sisikota.com)
Loa Kulu, SISIKOTA.COM — Loa Kulu menjadi titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Pemkab Kutai Kartanegara karena disebut memiliki tekanan harga pangan relatif lebih tinggi dibanding sejumlah kecamatan lain. Program yang digelar menjelang Iduladha 2026 ini menyasar komoditas pemicu kenaikan harga dan ditargetkan berlanjut hingga akhir tahun.
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Literasi, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (26/5/2026). Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, hadir meninjau langsung lapak bahan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk upaya untuk mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Iduladha,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, Loa Kulu dipilih karena berdasarkan data pemerintah daerah, wilayah tersebut menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian harga pangan.
“Kegiatan ini ditempatkan di Loa Kulu karena berdasarkan data yang kami miliki, tingkat inflasi di wilayah ini relatif lebih tinggi dibanding daerah lainnya,” katanya.
Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, pemerintah menghadirkan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Komoditas yang disediakan merupakan bahan pangan yang selama ini ikut berkontribusi terhadap kenaikan harga di pasaran.
“Kami menyasar beberapa bahan pangan yang menjadi penyumbang inflasi dan menghadirkannya dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Loa Kulu,” ucap Aulia.
Berdasarkan laporan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Kukar, Sunggono, komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut dipilih karena termasuk kelompok bahan pangan yang dapat memicu inflasi di daerah.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kukar, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Polsek Loa Kulu, Koramil Loa Kulu, Bank Kaltimtara, Pertamina, hingga unsur terkait lainnya.
Aulia mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting menjelang Iduladha, ketika kebutuhan pangan biasanya meningkat.
Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan ini juga diharapkan dapat menahan lonjakan harga di pasaran.
Pemkab Kukar menargetkan Gerakan Pangan Murah tidak hanya digelar satu kali. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut hingga akhir tahun dengan jumlah pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar 100 kali.
Program tersebut menjadi bagian dari intervensi harga pangan yang dilakukan pemerintah daerah. Pemantauan komoditas pemicu inflasi masih diperlukan agar tekanan harga di masyarakat dapat dikendalikan secara lebih merata. (rry)
Tags:
gerakan pangan murah kukar
19 jam yang lalu
20 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu