Loa Lepuh Perkuat Infrastruktur Pertanian, Targetkan Regenerasi Petani dengan Teknologi

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Desa Loa Lepuh, Sumali, saat memaparkan program pemeliharaan irigasi dan dorongan modernisasi pertanian untuk meningkatkan produksi sekaligus menarik minat generasi muda. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Loa Lepuh, sebuah desa agraris di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, terus berupaya menjaga ketahanan pangan lokal dengan memperkuat infrastruktur irigasi dan mendorong modernisasi pertanian. Desa ini menjadikan saluran irigasi sebagai prioritas utama, mengingat perannya yang vital dalam menopang produktivitas lahan warga.

Kepala Desa Loa Lepuh, Sumali, menegaskan bahwa pembersihan saluran irigasi rutin dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap banjir yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. “Pembersihan saluran irigasi ini terus kami lakukan untuk mengantisipasi banjir yang pernah terjadi sebelumnya. Kegiatan ini masih berjalan sampai sekarang dan menjadi prioritas rutin,” ungkapnya.

Selain irigasi, Loa Lepuh juga mendapat dukungan sarana dari pemerintah daerah berupa service prayer, kultivator, serta peralatan pengolahan lahan lainnya. Bantuan ini disebut Sumali sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses kerja. “Kehadiran alat-alat ini sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja petani, terutama dalam menghemat waktu dan tenaga,” ujarnya.

Namun, di balik upaya tersebut, Loa Lepuh menghadapi tantangan serius berupa minimnya regenerasi petani. Mayoritas pelaku pertanian kini berusia 40 tahun ke atas, sementara minat generasi muda untuk melanjutkan usaha tani masih rendah. “Saat ini, sebagian besar pelaku pertanian berada di usia 40 tahun ke atas. Minat generasi muda untuk terjun di bidang ini masih sangat rendah,” terangnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah desa berupaya memperkenalkan teknologi pertanian modern. Dengan penggunaan alat dan mesin yang lebih canggih, diharapkan sektor pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan hasil panen yang lebih baik. Sumali meyakini, modernisasi menjadi pintu masuk untuk menarik minat generasi muda. “Kami ingin pertanian di Loa Lepuh tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dengan hasil panen yang lebih baik. Harapannya, teknologi bisa menjadi pintu masuk bagi regenerasi petani dan peningkatan produksi,” tutup Sumali. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

kecamatan tenggarong