Kategory
Info Daerah,
19-09-2025 11:43:21
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Untuk pertama kalinya, lomba seni tradisi resmi masuk dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan ajang ini sebagai langkah nyata memperkenalkan kembali kekayaan budaya asli ke ruang publik.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan kegiatan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lomba digagas sebagai sarana untuk mengekspos seni tradisi agar bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat.
“Kalau untuk era yang ini, zaman saya baru pertama kalinya. Saya tidak tahu yang sebelumnya, tapi yang jelas kami ingin budaya tradisional terekspos dan bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Puji menekankan, setiap kategori harus berpegang pada pakem tradisional tanpa modifikasi berlebihan.
“Seperti lagu Kutai, kami tetapkan harus dalam bentuk tingkilan asli, tradisional, bukan versi congkil. Jadi sesuai dengan asalnya,” jelasnya.
Menurutnya, dasar penyelenggaraan ini adalah komitmen menjaga pakem seni budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Dasar pemilihan itu karena kami ingin membangun kembali budaya tradisinya, pakemnya seperti apa. Itu bagian dari tupoksi kami, yaitu pembinaan dan pelestarian,” katanya.
Lomba dibuka untuk umum tanpa batasan usia. Baik individu, sanggar, maupun sekolah diperbolehkan ikut serta selama sesuai kategori yang dilombakan.
“Peserta bebas dari mana saja, asalkan sesuai kategori. Karena itu sifatnya umum, tidak ada batasan umur,” ungkap Puji.
Selain pelestarian, ajang ini juga diharapkan menjadi hiburan rakyat dan wadah partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengajak semua pihak ikut serta, apakah dari sanggar budaya, sekolah, maupun perorangan,” sebutnya.
Puji berharap lomba seni tradisi bisa menjadi agenda tetap setiap Erau. Dengan begitu, masyarakat Kutai tidak hanya merayakan kemeriahan pesta budaya, tetapi juga berperan langsung dalam menjaga autentisitas tradisi.
“Kami ingin seni tradisional bisa dinikmati, dipelajari, dan dijaga bersama oleh masyarakat Kutai,” pungkasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu