Kategory
Info Daerah,
22-09-2025 12:59:59
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri berdialog dengan pengurus BEM Unikarta dalam audiensi terkait pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (22/9/2025).
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) dengan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, pada Senin (22/9/2025) berlangsung di tengah suasana mendesak. Para mahasiswa datang dengan tuntutan jelas: kepastian pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua, yang sejak beberapa waktu terakhir menjadi sorotan karena tak kunjung terealisasi.
Ketua BEM Unikarta, M. Ibnu Ridho, menegaskan bahwa beasiswa tersebut sangat vital bagi mahasiswa yang bergantung pada bantuan pendidikan dari pemerintah daerah. “Dengan maraknya aduan, kami ingin menagih janji pemerintah terkait pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap dua. Dalam pernyataan Sekda disebutkan Rp16 miliar sudah siap dialokasikan. Namun hingga kini belum ada kabar tindak lanjutnya,” ujarnya. Ibnu menambahkan, mahasiswa terus melakukan pengawalan agar program ini benar-benar tuntas, mengingat keterlambatan bisa berdampak besar pada keberlangsungan studi.
Mahasiswa juga menyoroti adanya tarik-ulur antara eksekutif dan legislatif. Menurut Ibnu, eksekutif menyatakan anggaran sudah disiapkan, sementara keputusan akhir ada di tangan DPRD Kukar. “Jika batas waktu pengesahan APBD Perubahan 2025 sampai 30 September terlewati, dampaknya serius: bisa berimbas pada pemotongan anggaran tahun depan, termasuk transfer dana dari pusat. Karena itu, percepatan pengesahan anggaran ini sangat penting agar beasiswa tidak kembali tertunda,” tegasnya. BEM Unikarta bahkan sudah menyampaikan surat terbuka kepada DPRD, meminta percepatan penetapan anggaran.
Bupati Aulia Rahman Basri dalam forum itu menanggapi langsung keresahan mahasiswa. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan alokasi sekitar Rp16 miliar khusus untuk realisasi tahap kedua. “Dana ini dialokasikan di APBD Perubahan, nilainya lebih besar dibanding tahap pertama yang hanya sekitar 30 persen dari total seharusnya diterima. Kondisi ini muncul karena lonjakan jumlah pemohon beasiswa yang meningkat tiga sampai empat kali lipat,” jelasnya.
Aulia juga menekankan bahwa Pemkab akan memperbaiki sistem alokasi beasiswa tahun depan agar kasus serupa tak terulang. Ia menambahkan, pengalaman pribadinya sebagai penerima beasiswa hingga jenjang S2 membuatnya memahami pentingnya bantuan ini. “Saya pastikan pemerintah serius menuntaskan kewajiban ini. Jika DPRD segera mengetuk palu, dana akan langsung dibukukan, dan begitu dokumen anggaran terbit, pencairan bisa segera dilakukan tanpa perlu verifikasi ulang,” ujarnya.
Meski demikian, Aulia mendorong mahasiswa untuk juga menyampaikan aspirasi langsung ke DPRD. Menurutnya, proses finalisasi memang sepenuhnya berada di ranah legislatif. “Saya melihat ada good will dari DPRD untuk mempercepat pengesahan APBD Perubahan, salah satunya agar beasiswa segera ditunaikan. Namun kepastian detail ada di DPRD, jadi kawan-kawan juga sebaiknya beraudiensi dengan mereka,” tambahnya.
Dengan batas waktu pengesahan APBD Perubahan tinggal hitungan hari, baik mahasiswa maupun pemerintah sepakat bahwa langkah DPRD akan menentukan kepastian pencairan beasiswa tahap kedua. Kejelasan anggaran menjadi kunci agar ribuan mahasiswa Kukar tidak kembali terjebak dalam ketidakpastian. (bby/adv)
Tags:
beasiswa kukar idaman
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu