Kategory
Info Daerah,
08-08-2024 22:35:38
Cokelat Lung Anai Kecamatan Loa Kulu
SISIKOTA.COM- Desa Lung Anai Kecamatan Loa Kulu lama dikenal sebagai desa budaya. Dengan tangan dingin Kades Lucas Nay, desa yang dipimpinnya, ingin juga dikenal dengan produk cokelatnya. Saat ini, sudah ada Rumah produksi cokelat yang lokasinya tidak jauh dari kantor desa Desa Lung Anai.
"Rumah cokelat masih terus berproduksi, cuma tidak dalam jumlah yang banyak," sebut Lucas Nay.
Dirinya memberikan alasan, tidak memproduksi cokelat dalam jumlah yang banyak, menyesuaikan dengan bahan baku kakau, yang didapat juga tidak terlalu banyak.
"Memang petani kakau kami tidak semuanya menjual ke kami, tapi ada juga yang menjual langsung ke pembeli yang ada di Samarinda, ada juga yang menjual ke Tengkulak," ujarnya.
Rumah produksi cokelat memakai aset milik desa yang yang dihibahkan oleh Forum Pemerhati Masyarakat Loa Kulu(FPMLK) sejak beberapa tahun yang lalu. Masyarakat Lung Anai rata-rata berkebun diluar Lung Anai.
"Luas wilayah desa kami sekitar 185 hektare lebih, sedangkan kebun masyarakat Lung Anai ada di desa Sungai Payang dan Jonggon," ucapnya.
Cokelat Lung Anai dibuat oleh sebagian warga desa yang menjadi pekerja produksi sekitar 10 orang. Rumah produksi dibantu oleh Pemkab Kukar, CSR perusahaan batu bara PT Multy Harapan Utama(MHU). Dan didampingi oleh Yayasan Bina Desa Nusantara Madani.
"Cokelat Lung Anai sudah terbit sertifikat halalnya," ucapnya.
Bahan baku Kakau, yang diolah di rumah produksi cokelat, dari petani Lung Anai yang mengembangkan tanaman kakau, dengan luas kebun sekitar 200 hektare yang dimiliki sekitar 50-70 orang petani desa.
Jika dibandingkan dengan cokelat kemasan pasaran merek silver queen, cokelat Lung Anai lebih premium, karena terbuat dari kakau yang sudah diproses dengan baik, dan kandungan cokelat mendominasi, dengan takaran 50 persen lebih kandungan cokelat murni.
"Belum lagi, minyak yang dipakai juga, asli dari minyak cokelat, yang jika dikonsumsi tidak menimbulkan rasa kurang nyaman di dalam mulut," terangnya.(SK-R/Adv)
Tags:
ekonomi desa
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu