Masih Ada 2 Kecamatan Belum Tersambung, Bupati Kukar Fokus Bereskan Jalan Penghubung

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memaparkan arah pembangunan daerah dalam Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Bappeda Kukar, Tenggarong, Senin (20/4/2026). (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyebut masih ada dua kecamatan yang belum terhubung dengan jaringan jalan antarkawasan. Kondisi itu kini menjadi salah satu fokus utama Bupati Aulia Rahman Basri dalam penyusunan prioritas pembangunan daerah tahun 2027.

Menurut Aulia, konektivitas wilayah menjadi kunci pemerataan pembangunan di Kukar yang memiliki wilayah luas dengan 20 kecamatan. Karena itu, pembangunan infrastruktur ke depan diarahkan untuk memastikan seluruh kecamatan dapat saling terhubung.

“Kita ingin memastikan 20 kecamatan di Kukar saling terhubung. Saat ini masih ada dua kecamatan yang belum terkoneksi dengan wilayah lainnya,” ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Bappeda Kukar, Senin (20/4/2026).

Ia menilai keterhubungan jalan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.

Akses jalan yang baik, kata dia, akan mempermudah distribusi hasil pertanian, peternakan, dan komoditas lokal agar lebih cepat menjangkau pasar.

Selain itu, pembangunan jalan juga diarahkan untuk memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas pelayanan dasar seperti puskesmas, sekolah, rumah ibadah, hingga pusat pemerintahan kecamatan.

“Jalan menuju pusat pelayanan umum harus berjalan baik, termasuk jalan lingkungan di tengah masyarakat dan akses desa ke jalan poros,” katanya.

Dalam forum tersebut, Pemkab Kukar menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2027.

Aulia menegaskan pembangunan ke depan akan mengacu pada kebutuhan riil masyarakat, bukan semata kepentingan wilayah tertentu.

“Harapannya pembangunan di Kukar bisa lebih tajam, melihat kesesuaian antara perencanaan dengan realitas yang terjadi,” ujarnya.

Dokumen RKPD 2027 nantinya akan menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebelum dibahas bersama DPRD Kukar.

Meski demikian, target menyambungkan seluruh kecamatan tetap akan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, tahapan prioritas pembangunan, dan kesiapan teknis di lapangan. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

musrenbang kukar