Kategory
Budaya,
20-09-2026 22:53:30
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata Dwi Marhen Yono menghadiri pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Minggu, 20 September 2026. Dwi hadir mewakili Menteri Pariwisata. (Harry/Sisikota.com)

Tenggarong, SISIKOTA.COM – Erau Adat Kutai Kartanegara masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Status tersebut membawa tantangan baru bagi penyelenggara agar perhelatan budaya itu tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata Dwi Marhen Yono mengatakan Erau menjadi salah satu event yang lolos proses kurasi KEN 2026 dari ribuan event yang diajukan.
“Kami dari Kementerian Pariwisata hari ini sangat bangga dengan Erau Adat Kutai Kartanegara. Dari ribuan event yang masuk untuk kami kurasi menjadi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Erau Adat Kutai Kartanegara masuk dalam 125 event,” kata Dwi saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Dwi, proses kurasi KEN tidak sekadar menentukan event yang masuk dalam agenda pariwisata nasional. Dampak terhadap masyarakat, terutama dari sisi ekonomi, menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
“Mudah-mudahan tahun depan juga bisa masuk lagi, karena tujuan kami melakukan kurasi adalah agar event tersebut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dwi mengatakan potensi ekonomi dari penyelenggaraan event terlihat dari hasil kajian terhadap KEN tahun sebelumnya. Menurut dia, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Litbang Kompas untuk mengukur perputaran ekonomi dari 125 event KEN pada 2025.
“Tahun kemarin kami bekerja sama dengan teman-teman Litbang Kompas. Dari 125 event selama tahun 2025, ternyata perputaran ekonominya cukup besar, mencapai Rp7,1 triliun,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap Erau juga memberi manfaat bagi masyarakat lokal, termasuk pelaku seni dan budaya yang terlibat dalam rangkaian kegiatan.
“Harapan kami, Festival Erau Adat Kutai Kartanegara juga bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, termasuk para pelaku seni dan budaya di Kutai Kartanegara,” katanya.
Masuknya Erau dalam KEN juga menjadi perhatian Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Dalam sambutannya pada pembukaan Erau, Aulia menyebut status tersebut sebagai salah satu pembeda penyelenggaraan tahun ini.
“Bedanya di Erau sekarang, khususnya di 2026 ini, Festival Budaya Erau Adat Kutai terpilih menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional Karisma Event Nusantara,” kata Aulia.
Menurut Aulia, masuknya Erau ke agenda pariwisata nasional menunjukkan daya tarik budaya Kutai telah melampaui lingkup lokal. Ia menyebut kebudayaan Kutai sebagai “barometer kebudayaan nasional yang mampu memikat mata dunia”.
Peluang Erau kembali masuk KEN akan ditentukan melalui proses kurasi berikutnya. Dwi mengatakan pendaftaran event untuk tahun depan masih berlangsung hingga 25 September sebelum seluruh usulan kembali diseleksi.
“Untuk tahun depan, pendaftarannya terakhir pada 25 September. Setelah itu, event-event akan kembali dikurasi dan bersaing dengan ribuan event lainnya,” ujarnya.
Menurut Dwi, kualitas penyelenggaraan dan dampak ekonomi akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses tersebut.
“Kalau pelaksanaannya bagus dan dampak ekonominya juga bagus, pasti akan masuk lagi,” katanya.
Dalam seremoni pembukaan Erau 2026, penetapan sebagai salah satu dari 125 event KEN ditandai dengan penyerahan piagam dari Kementerian Pariwisata kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dalam acara itu juga disebutkan bahwa 2026 menjadi kali pertama Erau masuk KEN.
Dengan status tersebut, dampak Erau tahun ini tidak hanya dapat dilihat dari jumlah kegiatan atau ramainya pengunjung. Perputaran transaksi serta manfaat yang diterima masyarakat dan pelaku seni budaya menjadi bagian yang perlu diukur setelah rangkaian kegiatan berakhir. (rry/bby/adv)
Tags:
Erau
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu