Mengenal Beluluh Sultan: Penyucian Diri Jelang Erau Kutai 2026

Kategory Budaya,
17-09-2026 19:46:10

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Budaya

Prosesi Beluluh Sultan berlangsung di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kamis (17/9/2026). Kesultanan memaknai ritual pra-Erau tersebut sebagai penyucian diri Sultan sekaligus ikhtiar menolak bala. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Prosesi Beluluh Sultan digelar di Kedaton Kutai Kartanegara, Kamis (17/9/2026), menjelang dimulainya rangkaian utama Erau Adat Kutai 2026. Kesultanan memaknai ritual tersebut sebagai penyucian jiwa dan raga Sultan sekaligus ikhtiar menolak bala.

Beluluh pada 17 September menjadi bagian dari rangkaian pra-Erau. Adapun rangkaian utama Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September di Tenggarong.

Pangeran Mangku Patih Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mengatakan Beluluh menjadi salah satu tahapan persiapan Sultan sebelum menjalani rangkaian ritual Erau.

“Ini merupakan salah satu rangkaian acara Pra-Erau, yang dimaknai untuk menyucikan jiwa dan raga Ayahanda Sultan serta menolak bala. Prosesi ini memang sudah berlangsung selama beberapa abad. Salah satu warisannya adalah Beluluh Sultan seperti yang kita lihat hari ini,” ujarnya.

Menurut Pangeran Mangku Patih, Beluluh bukan sekadar rangkaian seremoni. Prosesi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kesultanan mempertahankan warisan adat agar dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pada intinya, maknanya adalah menyucikan diri. Ini merupakan warisan budaya dari Kesultanan Kutai yang kami harapkan dapat terus berlangsung sampai kapan pun. Warisan ini akan terus kami jaga,” katanya.

Kesultanan juga memaknai prosesi tersebut sebagai ikhtiar agar Sultan memperoleh kekuatan lahir dan batin selama menjalani rangkaian Erau.

“Kami berharap dalam prosesinya Ayahanda Sultan diberikan kekuatan, baik lahir maupun batin, serta selalu dijaga agar dapat menjalani rangkaian Erau yang sangat berat,” ungkapnya.

Prosesi Beluluh dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Beluluh Sultan menjadi salah satu agenda awal menuju pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.

“Agenda pertama adalah Beluluh Sultan. Kita menyaksikan prosesi adat yang merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat Tahun 2026,” ujar Aulia.

Rangkaian utama Erau dimulai pada 20 September dan berakhir pada 27 September 2026. Pelaksanaannya kemudian berdekatan dengan peringatan hari jadi Tenggarong pada 28 September.

Erau Adat Kutai 2026 juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Selain ritual adat di lingkungan Kedaton, rangkaiannya mencakup kegiatan budaya dan aktivitas yang melibatkan masyarakat.

Aulia berharap kerja sama antara Pemkab Kukar, Kesultanan, dan unsur terkait dapat mendukung kelancaran seluruh rangkaian Erau tahun ini. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Erau

kesultanan kutai kartanegara

Sultan Aji Muhammad Idris

sultan kutai kartanegara