MGRM Klaim Setor Rp250 Miliar ke PAD Kukar, Dividen Tahun Ini Tunggu RUPS

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Direktur PT. MGRM, Efri Novianto menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan diskusi di Food Court Unikarta. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — PT Mahakam Gerbang Raja Migas atau MGRM menyebut kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Kukar telah mencapai sekitar Rp250 miliar sejak perusahaan berdiri. Dari jumlah itu, sekitar Rp128 miliar hingga Rp130 miliar disetor sejak Efri Novianto menjabat sebagai direktur pada 2023.

Direktur PT MGRM, Efri Novianto, mengatakan kontribusi tersebut berasal dari kinerja perusahaan sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor migas.

“Sampai sekarang kurang lebih Rp250 miliar sejak berdiri. Tapi kalau dihitung sejak masa jabatan saya tahun 2023, kami sudah menyetor sekitar Rp128 sampai Rp130 miliar,” ujar Efri seusai menghadiri diskusi publik di Food Court Universitas Kutai Kartanegara, Kamis (21/5/2026).

Efri menjelaskan, sumber utama bisnis MGRM berasal dari penugasan sebagai penerima Participating Interest atau PI 10 persen di sejumlah blok migas.

“Yang pasti penugasan utama kami sebagai penerima Participating Interest 10 persen di beberapa blok migas,” katanya.

Saat ini, MGRM telah menerima bagi hasil pengelolaan migas dari PI Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga. Sementara itu, Blok East Kalimantan masih dalam proses penundaan.

“Kalau Blok East Kalimantan masih dalam proses penundaan karena hasil due diligence kami negatif,” jelasnya.

Selain Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga, MGRM juga masih mengupayakan penerimaan PI di wilayah 12 mil laut yang dikelola grup terkait.

“Kemudian kami juga sedang berjuang untuk menerima PI di blok 12 mil laut yang dikelola grup terkait, dan mudah-mudahan bisa kami dapatkan,” ujarnya.

Terkait kinerja perusahaan, Efri menyebut MGRM mencatat laba sekitar Rp56 miliar pada tahun ini berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik.

Namun, besaran dividen yang akan disetorkan kepada Pemkab Kukar masih menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

“Nanti terkait berapa angka yang akan disetor ke pemerintah daerah, keputusannya ada di RUPS yang rencananya digelar bulan Juni,” ujarnya.

Efri menilai tantangan terbesar BUMD saat ini bukan hanya pada pengelolaan bisnis utama masing-masing perusahaan. Menurutnya, kolaborasi antar-BUMD dan perangkat daerah juga perlu diperkuat agar potensi PAD Kukar dapat lebih optimal.

“Kalau antar-BUMD berjalan sendiri-sendiri, saya pikir akan sulit mewujudkan PAD yang optimal,” katanya.

Ia menyebut sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan perangkat teknis menjadi penting agar peluang usaha yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih maksimal untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Efri memastikan kinerja MGRM diaudit secara rutin oleh Kantor Akuntan Publik dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan setiap tahun. Selain itu, laporan kinerja juga disampaikan setiap tiga bulan kepada komisaris.

Kontribusi MGRM terhadap PAD Kukar masih bertumpu pada sektor migas melalui skema Participating Interest. Sementara besaran tambahan setoran dari laba tahun ini akan ditentukan melalui RUPS setelah proses audit dan pembahasan pemegang saham selesai. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

PT MGRM