Kategory
Info Kota,
29-06-2025 11:40:06
Direksi PT Mitra Murni Perkasa (MMP) menekan tombol Power On sebagai simbol dimulainya operasional smelter nikel matte di kawasan industri Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Istimewa)
Balikpapan, SISIKOTA.COM - Mesin besar di kawasan industri Kariangau akhirnya menyala pada 26 Juni 2025. Di hari itu, PT Mitra Murni Perkasa (MMP) secara resmi mengaktifkan operasional smelter nikel matte high grade pertamanya—sebuah fasilitas pemurnian logam bernilai strategis, yang sepenuhnya dibangun dengan penanaman modal dalam negeri.
Peristiwa ini bukan sekadar pencapaian teknis. Bagi MMP, anak usaha dari MMS Solution dan bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), momen "power on" menjadi titik balik penting yang menandai kesiapan Indonesia bersaing di arena global dalam rantai pasok baterai dan energi terbarukan.
Dengan kapasitas hingga 28.000 metrik ton per tahun, smelter ini menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) 2 x 48 MVA yang dikombinasikan dengan converter modern. Teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan menekan emisi, sekaligus memenuhi standar industri terkini.
MMP juga menggandeng PT PLN untuk penyediaan listrik operasional, termasuk melalui skema Renewable Energy Certificate (REC). Skema ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip energi rendah karbon.
Presiden Direktur MMP, Adhi Dharma Mustopo, menekankan bahwa peresmian ini mencerminkan lebih dari sekadar kesiapan fasilitas. “Hari ini kita tidak hanya menyalakan sistem, tetapi juga simbol dari harapan, kerja keras, dan tekad besar anak bangsa dalam mendorong hilirisasi nasional dan mendukung transisi energi bersih,” ujarnya dalam seremoni peresmian.
Pendirian smelter ini menjadi bagian dari diversifikasi bisnis MMSGI di sektor hilirisasi nikel, sebuah langkah strategis yang sekaligus memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dalam proyek ini, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari teknologi rendah emisi, tata kelola setara standar IFC, hingga pelatihan tenaga kerja lokal.
MMP menargetkan pembukaan hingga 1.000 lapangan kerja baru. Selain itu, program pelatihan berkelanjutan turut dikembangkan untuk memastikan sumber daya manusia yang direkrut memiliki kompetensi teknis sekaligus kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dari aspek operasional, MMP mengimplementasikan sistem keselamatan kerja berbasis evaluasi berkala yang dikenal sebagai Health, Safety, and Environment (HSE). Standar ini mencakup prosedur teknis, perlindungan lingkungan, serta hubungan sosial di sekitar wilayah industri.
“Power On ini juga merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang kami,” tambah Adhi. Ia menegaskan kesiapan MMP untuk turut memperkuat hilirisasi nikel nasional dan membawa dampak ekonomi bagi Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
Ke depan, MMP akan terus bersinergi dengan entitas bisnis lain di bawah MMSGI untuk memperluas rantai nilai sektor mineral dan energi berbasis kekuatan domestik. Dengan tata kelola yang berkelanjutan dan teknologi kompetitif, smelter ini menjadi salah satu contoh hilirisasi industri yang dibangun dan dijalankan sepenuhnya oleh anak bangsa. (*)
Tags:
Balikpapan
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu