Kategory
Info Daerah,
19-01-2026 14:01:13
Deretan motor peserta berjajar di area kontes Muara Jawa Modification Contest Seri 2 di Lapangan Sudirman, Muara Jawa, Sabtu malam, 17 Januari 2026. (Istimewa)
Muara Jawa, SISIKOTA.COM — Lampu-lampu sorot menerangi Lapangan Sudirman, Muara Jawa, Sabtu malam, saat puluhan motor modifikasi berjajar rapi di dalam garis pembatas. Warna-warna bodi yang kontras, detail mesin yang dipoles, hingga konsep modifikasi yang beragam menjadi pusat perhatian pengunjung yang memadati area kontes hingga malam hari. Di tengah keramaian itu, Muara Jawa Modification Contest Seri 2 menegaskan posisinya bukan sekadar ajang pamer, tetapi ruang pembinaan bagi modifikator lokal di kawasan pesisir Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seri pertama dan melibatkan tiga kecamatan pesisir, yakni Muara Jawa, Samboja, dan Sanga-Sanga. Seri kedua sekaligus menjadi final, menandai proses berjenjang yang sejak awal dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas peserta secara bertahap.
Ketua Panitia Pelaksana Muara Jawa Modification Contest Seri 2, Yudi Aprianto, menegaskan bahwa konsep berseri sengaja dipilih agar peserta tidak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga belajar. “Dari seri satu ke seri dua, kami ingin peserta benar-benar memahami regulasi modifikasi. Jadi bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal aturan, kerapian, dan keamanan,” ujarnya.
Menurut Yudi, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membiasakan modifikator lokal agar tidak kaku saat mengikuti event. Mulai dari proses pendaftaran, penataan motor, hingga penilaian, semuanya dirancang agar peserta terbiasa dengan standar kontes yang lebih tertib. “Intinya supaya mereka berani main keluar dan siap kalau ikut event yang lebih besar,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari ramainya area kontes sejak sore hingga malam. Barisan motor memanjang memenuhi lapangan, sementara pengunjung dari berbagai kalangan silih berganti mengamati detail modifikasi dari jarak dekat. Sejumlah pelajar tampak berdiskusi di depan motor peserta, sementara pemilik bengkel dan modifikator independen sibuk menjelaskan konsep garapan mereka kepada juri maupun pengunjung.
“Alhamdulillah, dari seri pertama sampai seri kedua pesertanya selalu ada dan terus bertambah. Antusiasmenya juga lumayan,” ujar Yudi. Ia menilai perkembangan kualitas modifikasi cukup signifikan. “Kalau dibandingkan seri satu, di seri dua ini kelihatan sekali peningkatannya. Konsepnya lebih matang, pengerjaannya juga lebih rapi,” tambahnya.
Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang. Selain pelajar, ada bengkel-bengkel modifikasi, modifikator independen yang berdiri sendiri, hingga pekerja umum. Meski mayoritas berasal dari tiga kecamatan pesisir, panitia berharap ajang ini bisa menjadi batu loncatan bagi mereka untuk tampil di level yang lebih luas. “Harapan kami, ke depan mereka bisa ikut event di Samarinda atau Balikpapan, supaya wawasannya makin terbuka,” kata Yudi.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan ini. Lapangan Sudirman yang digunakan merupakan fasilitas pemerintah dan dapat dimanfaatkan secara gratis. “Alhamdulillah, untuk tempat kami dibantu. Lapangan ini fasilitas pemerintah dan bisa kami pakai tanpa biaya. Itu sangat membantu,” ujar Yudi.
Dengan berakhirnya seri kedua, panitia menilai Muara Jawa Modification Contest telah menjalankan fungsinya sebagai ruang belajar dan pembinaan komunitas modifikasi di kawasan pesisir Kukar. Ke depan, Yudi berharap pola kegiatan berjenjang seperti ini dapat terus dilanjutkan. “Potensi di daerah sini besar dan terus meningkat. Tinggal bagaimana kita jaga supaya perkembangannya tetap terarah dan sesuai aturan,” pungkasnya. (*)
Tags:
Kecamatan Muara Jawa
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu