Kategory
Info Daerah,
15-08-2024 13:31:30
Dosen MIE Universty Jepang, saat mengunjungi kedai Kohiman Desa Cipari Makmur.(Sumber : Sisikota)
SISIKOTA.COM- Masih banyak yang belum tahu, produk Kopi Hitam Muara Kaman(Kohiman) dari Desa Cipari Makmur mempunyai citra rasa khas dan nikmat dikonsumsi. Ini dibuktikan Dosen internasional MIE University Jepang kembali lagi.
"Bulan depan(September,red) rombongan dari MIE University Jepang kembali lagi, untuk Kelima kalinya ke tempat kami," sebut Owner Kohiman, Sutaman, kepada media ini.
Sutaman bercerita, mengeluti bisnis Kohiman baru berjalan 4 tahun, dan menjadi trending laku keras sejak 2 tahun terakhir. Dirinya bersama tim dan petani kopi binaan, akan lakukan pengembangan komoditas kopi.
"Beberapa alat dan bibit kopi, sudah berdatangan ke tempat kami, bantuan dari Disbud Kukar," jelasnya.
Strategi pemasaran Kohiman yang dilakukan Sutaman penuh dengan keberanian dan perjuangan, sehingga bisa terkenal sampai sekarang, bahkan 2 tahun pertama bisnis kopi, lebih banyak menggratiskan bagi siapa saja yang mau minum kopi.
"Kalau ada yang datang ke rumah saya, silahkan minum kopi gratis, kalau cocok silahkan beli, jika tidak cocok juga ngak papa, rata-rata cocok kok saat diminum," sebutnya.
Lahan yang ditanami Kopi oleh Sutaman, tidaklah luas hanya setengah hektare saja, pembuatan kopi tetap aktif, dirinya menampung kopi dari para petani lokal. Dirinya komitmen membeli kopi dari para petani lokal, agar masyarakat juga gemar menanam kopi.
"Untuk bahan baku kopi, bukan hanya mengandalkan panen saya saja, tapi saya beli dari petani lain. Petani pasti senang jika hasil taninya ada yang mau membeli," ujarnya.
Menanam kopi bukan suatu hal yang baru bagi Sutaman, pada 1997 dirinya pernah menanam beberapa pohon kopi dan membuah hasil, namun saat menjualnya tidak membuahkan hasil, bahkan tidak ada yang mau membeli.
"Saya bawa hasil panen kopi ke Samarinda tidak ada mau membeli. Akhirnya saya matikan saja pohon yang ada, tapi disisakan sekitar dua pohon untuk konsumsi sendiri dan beralih ke tanam sayuran," ceritanya.
Dirinya bersama kelompok tani yang lain, sedang menyiapkan perluasan tanaman kopi dengan luas lahan 5 hektare. Disitu akan ditanami kopi Robusta dengan bibit bersertifikat asal Jember, bantuan dari Dinas Perkebunan Kukar.
Bagi yang mau menyicipi Kohiman di kedai kopi milik Sutaman bisa datang langsung ke Desa Cipari Makmur RT. 10 dengan jalur dari Tenggarong Seberang atau bisa melewati Sebulu. Kedai Kohiman hanya berjarak 2 KM dari kantor Desa Cipari Makmur.
"Saat ini, Produksi Kohiman sudah semakin meningkat sudah diatas 50 Kg lebih per bulannya. Kalau mau ke kedai saya minum 1 atau 2 gelas kopi gratis, tapi jangan lupa beli kopinya," jelasnya.
Kades Cipari Makmur, Sodikin Sukmana memastikan, Kohiman menjadi produk unggulan desa, dan akan semakin dikembangkan oleh desa. Kohiman ada berbagai rasa, seperti original dan jahe.(SK-R/ADV)
Tags:
desa cipari makmur
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu