PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Pajak Sektor Besar

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan strategi peningkatan PAD melalui pemetaan potensi pajak dari sektor batu bara, sawit, alat berat, dan air permukaan. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Proyeksi realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kukar 2026 masih berada di kisaran Rp800 miliar, di bawah target APBD sekitar Rp1,1 triliun. Pemkab Kukar kini mengejar tambahan pendapatan hingga mendekati Rp1,2 triliun dengan membidik potensi pajak dari sektor batu bara, sawit, alat berat, bahan bakar kendaraan bermotor, dan air permukaan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah terus mencari sumber-sumber penerimaan baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada 2026.

Menurut Aulia, sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit masih menjadi sumber daya utama yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Selain itu, Badan Pendapatan Daerah Kukar mulai mengidentifikasi sejumlah objek pajak lain yang dinilai masih dapat dioptimalkan.

“Sumber daya atau raw material utama yang ada di Kukar yaitu sektor batu bara dan sawit. Sekarang teman-teman Bapenda sudah bergerak untuk mengidentifikasi seperti pajak kendaraan bahan bakar bermotor, alat berat, dan pajak air permukaan karena nilainya lumayan besar untuk kita tingkatkan,” ujar Aulia usai menghadiri kegiatan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atau GAMKI, Sabtu (30/5/2026).

Aulia menjelaskan, target PAD Kukar dalam APBD 2026 berada di kisaran Rp1,1 triliun. Namun berdasarkan proyeksi sementara, realisasi pendapatan daerah diperkirakan baru mencapai sekitar Rp800 miliar.

“Memang sekarang, dari perspektif PAD, angka PAD yang kita pasang di APBD 2026 itu sekitar Rp1,1 triliun. Sampai sekarang prediksi kita terealisasi sekitar Rp800 miliar,” katanya.

Dengan proyeksi tersebut, Pemkab Kukar masih perlu mengejar sedikitnya Rp300 miliar untuk memenuhi target APBD. Jika pendapatan ingin didorong mendekati Rp1,2 triliun, tambahan penerimaan yang perlu dikejar mencapai sekitar Rp400 miliar.

“Nah, ini yang masih mau kita upgrade lagi sekitar Rp400 miliar untuk mencapai angka Rp1,2 triliun,” lanjutnya.

Aulia mengatakan, strategi belanja daerah ke depan akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal yang tersedia. Pemerintah daerah akan lebih dulu melakukan evaluasi terhadap realisasi pendapatan dan dana transfer setelah semester pertama tahun anggaran berjalan.

“Makanya nanti strategi belanja kita, kita menentukan bisa melaksanakan perubahan setelah melaksanakan evaluasi semester pertama. Jadi nanti setelah bulan Juni, kita akan melaksanakan evaluasi satu semester,” ujarnya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkab Kukar dalam menyusun penyesuaian program dan belanja daerah. Dengan cara itu, pelaksanaan program tetap diselaraskan dengan kondisi riil pendapatan dan kemampuan keuangan daerah.

Pemkab Kukar juga akan menggunakan hasil pemetaan potensi pajak sebagai bagian dari upaya memperkuat PAD. Sektor berbasis sumber daya alam dinilai masih memiliki ruang penerimaan yang dapat digarap lebih optimal melalui pendataan objek pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar dalam menjaga kapasitas fiskal daerah di tengah efisiensi anggaran. Penyesuaian program dan belanja akan dilakukan setelah evaluasi semester pertama, dengan mempertimbangkan realisasi pendapatan serta dana transfer yang tersedia. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara